🏠 Beranda › Berita › Minyak Melonjak, Serangan Houthi Kembali…
Minyak Melonjak, Serangan Houthi Kembali Guncang Pasar
Harga minyak melonjak tajam pada perdagangan Kamis (24/9) setelah serangan kelompok Houthi yang didukung Iran kepada Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Brent crude naik sekitar 4% ke level US$107,18 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 4% ke US$95,82 per barel. Kenaikan tersebut membawa Brent menuju level tertinggi sejak pertengahan September setelah di awal mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.
Kondisi pasar pasar memburuk setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan Houthi menuju wilayah selatan Taif dan kawasan Yanbu di Laut Merah. Serangan tersebut kembali mengingatkan investor bahwa risiko kepada infrastruktur energi dan jalur perdagangan regional masih tinggi, terutama ketika ketegangan Iran-AS belum menemukan titik penyelesaian.
Di sisi diplomasi, pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi banyak hambatan. Seorang pejabat Iran menuturkan kedua negara masih memiliki perbedaan besar terkait cara mengakhiri konflik, meskipun jalur komunikasi tetap berjalan. Sementara itu, Iran memperingatkan adanya tindakan balasan kepada negara-negara yang mengikuti pembatasan AS terhadap penerbangan Iran.
Pasar juga mencermati perkembangan pasokan dari Arab Saudi
Pasar juga mencermati perkembangan pasokan dari Arab Saudi. Negara tersebut mulai meningkatkan kembali produksi minyak melalui East-West Pipeline menuju terminal ekspor Yanbu di Laut Merah setelah sejak lama mengalami gangguan. Namun, aktivitas pengiriman minyak melalui kapal tanker masih belum sepenuhnya pulih sehingga kekhawatiran pasokan tetap membayangi pasar.
Selain faktor geopolitik, perhatian investor tertuju pada pasar diesel mancanegara setelah muncul laporan mengenai kemungkinan pembatasan ekspor diesel AS selama 90 hari. Meskipun rencana tersebut masih merupakan perdebatan dan dibantah beberapa pejabat, kekhawatiran kepada pasokan bahan bakar telah mendorong kenaikan harga diesel.
Analisa Newsmaker : Lonjakan minyak kali ini menyiratkan bahwa pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik setelah serangan Houthi dan belum adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi AS-Iran. Selama ancaman kepada jalur energi seperti Laut Merah dan Selat Hormuz masih berlangsung, harga minyak berpotensi tetap volatil meskipun upaya pemulihan pasokan Saudi mulai berjalan.
