Setelah FOMC, Emas Bangkit dari Tekanan

🏠 Beranda Berita Setelah FOMC, emas Bangkit dari Tekanan

Gold

Setelah FOMC, Emas Bangkit dari Tekanan

📅 2026-09-17   🕐 17:26   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali melonjak pada perdagangan Kamis (17/9), setelah mengalami tekanan selama tiga sesi berturut-turut usai keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Emas spot sempat naik hingga 1,7% mendekati level US$4.335 per troy ounce sebelum bergerak di sekitar US$4.309,11 per troy ounce. Gerakan positif tersebut terjadi iring-iringan penurunan yield Treasury dan stabilnya market setelah keputusan The Fed.

Kenaikan emas terjadi setelah yield obligasi AS yang di awal melonjak mulai mengalami koreksi. Penurunan imbal hasil Treasury memberikan ruang bagi emas untuk kembali naik karena logam mulia tidak memberikan bunga sehingga biasanya kurang menarik ketika yield meningkat. Pelemahan tekanan dari market obligasi membantu investor kembali melihat emas sebagai instrumen lindung nilai.

Keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebenarnya telah banyak diestimasi bursa. Namun, perhatian investor tertuju pada sinyal kebijakan berikutnya setelah bank sentral AS menyatakan inflasi masih merupakan tantangan utama. Proyeksi terbaru memaparkan tingkat suku bunga pada akhir 2026 diperkirakan berada di sekitar 4,1%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sejak awal yang berada di 3,8%.

Tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi serta ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah merupakan faktor yang membuat The Fed tetap berhati-hati. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa sejumlah kategori barang dan jasa masih mencatat kenaikan harga tahunan di atas 3%, sehingga peluang kenaikan suku bunga tambahan masih tetap terbuka.

Di sisi lain, dolar AS mulai merosot setelah sejak lama melonjak pasca keputusan The Fed. Indeks dolar turun sekitar 0,1% setelah mencatat kenaikan 0,5% pada sesi sebelumnya. Selain emas, logam mulia lain juga ikut menguat, dengan perak naik 1,5% ke sekitar US$63,94 per ounce, sementara platinum dan palladium turut bergerak positif.

Tinjauan Newsmaker: Penguatan emas setelah keputusan The Fed menyiratkan bahwa peringkat mulai melakukan penyesuaian setelah sejak awal terlalu fokus kepada dampak kenaikan suku bunga. Dalam jangka pendek, emas masih menghadapi tantangan dari kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan, dolar yang tetap kuat, serta tingginya yield Treasury. Namun, kombinasi pelemahan dolar, koreksi yield, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dapat merupakan faktor pendukung bagi emas untuk mempertahankan momentum penguatan.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF