
🏠 Beranda › Berita › Minyak Turun, Tapi Ancaman Belum Reda
Oil
Minyak Turun, Tapi Ancaman Belum Reda
Harga minyak ditutup mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (17/9), tetapi tetap bertahan di atas US$100 per barel. Brent turun US$1,01 atau 0,95% merupakan US$104,82 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah US$0,52 atau 0,5% ke US$101,91. Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan sekitar 3% yang dialami kedua kontrak pada Rabu.
Pada awal sesi, Brent dan WTI sempat merosot lebih dari US$3 hingga menyentuh level terendah masing-masing sejak 10 dan 11 September. Tekanan muncul setelah laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan minyak kepada kilang Asia melalui pemindahan muatan antarkapal di lepas Pelabuhan Sohar, Oman. Jalur alternatif tersebut berpotensi menggantikan sebagian pengiriman yang terganggu akibat serangan kepada pipa East-West.
Harapan pemulihan pasokan juga datang dari rencana pengoperasian kembali pipa tersebut. Bloomberg melaporkan Arab Saudi berupaya memulihkan sekitar separuh kapasitas East-West dalam beberapa hari. Jalur yang membawa minyak menuju pesisir Laut Merah itu sejak lama dihentikan setelah merupakan sasaran serangan drone pada pekan lalu.
Namun, risiko keamanan masih membayangi bursa
Namun, risiko keamanan masih membayangi bursa. Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali saling melancarkan serangan lintas perbatasan pada Kamis. Meluasnya konflik ke Yaman dan Saudi mengancam memperburuk gangguan pasokan energi dunia yang terjadi sejak serangan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran pada Februari.
Sejak awal, harga minyak sempat mendekati level tertinggi empat bulan pada pekan ini setelah sumber industri pelayaran melaporkan penghentian pemuatan minyak di Yanbu, pusat ekspor Saudi di Laut Merah. Riyadh juga dilaporkan membatalkan sebagian pengiriman kepada pelanggan Eropa. Ketergantungan Yanbu pada pipa East-West membuat pemulihan jalur tersebut merupakan faktor penting bagi kelancaran ekspor Saudi.
Berdasarkan ulasan Newsmaker, market minyak masih menimbang harapan tambahan pasokan dengan ancaman gangguan baru. Penurunan harga yang menyempit menjelang penutupan mengindikasikan kekhawatiran pasokan masih membatasi tekanan jual. Jika pengiriman melalui Oman dan pemulihan East-West berjalan sesuai rencana, harga berpotensi kembali mengalami penurunan. Sebaliknya, serangan lanjutan kepada fasilitas energi atau jalur pelayaran dapat menghambat pemulihan ekspor dan mendorong minyak naik kembali.
