Hormuz Kembali Lancar, Harga Minyak Tertekan

🏠 Beranda Berita Hormuz Kembali Lancar, Harga Minyak Tert…

Oil

Hormuz Kembali Lancar, Harga Minyak Tertekan

📅 2026-09-22   🕐 00:04   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin (21/9), memperpanjang tren penurunan setelah aliran minyak melalui Selat Hormuz memaparkan pemulihan dan perkembangan diplomasi konflik AS-Iran mulai meredakan kekhawatiran market. Brent turun 4,5% ke US$99,18 per barel, sementara WTI melemah 5,8% ke US$94,50 per barel. Penurunan ini membawa minyak menuju rangkaian pelemahan terpanjang sejak Juni.

Tekanan kepada harga minyak meningkat setelah data satelit menjelaskan aktivitas pengiriman minyak Arab Saudi dari kawasan Teluk Persia kembali meningkat. Jumlah kapal yang melakukan aktivitas di pelabuhan utama Saudi menempuh merupakan yang tertinggi sejak Juni, mengindikasikan bahwa Saudi mulai kembali mengandalkan jalur Selat Hormuz setelah sejak awal mengalami gangguan pada pipa East-West akibat serangan drone.

Selain faktor pasokan, bursa juga merespons perkembangan diplomasi di tengah konflik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menuturkan dirinya kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan ini. Trump juga dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping serta sejumlah pemimpin negara Teluk untuk membahas isu geopolitik dan ekonomi.

Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang

Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah mempersiapkan diri menghadapi konflik berkepanjangan. Di sisi lain, Arab Saudi tetap menghadapi ancaman dari kelompok Houthi yang didukung Iran setelah Riyadh mengeluarkan peringatan serangan udara untuk wilayah ibu kota dan sejumlah pusat energi seperti Yanbu.

Perhatian bursa juga tertuju pada kondisi bahan bakar dunia, khususnya diesel yang masih mengalami tekanan pasokan. Harga diesel di Amerika Serikat mencatat rekor baru di atas US$6,50 per galon, sementara kontrak berjangka diesel dan bensin ikut mengalami penurunan pada perdagangan Senin. Sementara itu, aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz dalam dua pekan terakhir mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir dengan sekitar 32 kapal per hari melintas menggunakan dukungan keamanan.

Analisa Newsmaker: Penurunan harga minyak sekarang memaparkan peringkat mulai mengurangi premi risiko geopolitik setelah melihat adanya pemulihan aliran energi dan peluang diplomasi. Namun, risiko gangguan pasokan masih tetap merupakan perhatian karena konflik Timur Tengah belum sepenuhnya berakhir. Ke depan, arah minyak akan sangat bergantung pada perkembangan pertemuan diplomatik AS-Iran, keamanan Selat Hormuz, serta kemampuan negara produsen menjaga stabilitas ekspor. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF