
🏠 Beranda › Berita › Iran Tak Mau Mundur, Minyak Bergerak Dek…
Iran Tak Mau Mundur, Minyak Bergerak Dekat US$102!
- kelima berturut-turut setelah sehari sejak lama
- Texas Intermediate kontrak Oktober mengalami kenaikan
- Iran menegaskan Teheran tidak berniat mundur
- segera berakhir, memperkuat kekhawatiran market kepada
- minyak dan LNG dunia melewati jalur
- melonjak, sementara stok diesel ditaksir turun
- konflik AS–Iran belum memaparkan tanda deeskalasi.
- membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya,
minyak Brent bergerak mendekati US$102 per barel pada perdagangan Kamis (10/09)
setelah Iran menyatakan siap menghadapi perang yang lebih intens jika Amerika
Serikat terus menyerang wilayahnya. Brent memperpanjang kenaikan untuk sesi
kelima berturut-turut setelah sehari sejak lama
kelima berturut-turut setelah sehari sejak lama ditutup di atas US$100 untuk
pertama kalinya sejak Juli.
kontrak November naik sekitar 0,3% merupakan US$101,50 per barel, sementara West
Texas Intermediate kontrak Oktober mengalami kenaikan
Texas Intermediate kontrak Oktober mengalami kenaikan 0,74% ke US$96,76. Kenaikan tersebut
mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik AS–Iran akan berlangsung
lebih lama dan mengganggu pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Iran menegaskan Teheran tidak berniat mundur
Iran menegaskan Teheran tidak berniat mundur menghadapi blokade laut AS dan
siap meningkatkan serangan apabila Washington terus melakukan operasi militer.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik tidak akan
segera berakhir, memperkuat kekhawatiran market kepada
segera berakhir, memperkuat kekhawatiran market kepada gangguan energi yang
berkepanjangan.
Hormuz tetap berubah jadi pusat perhatian. Sebelum perang, sekitar seperlima aliran
minyak dan LNG dunia melewati jalur
minyak dan LNG dunia melewati jalur tersebut. Sekarang, sebagian minyak masih
keluar dari Teluk Persia, tetapi ancaman bagi tanker membuat biaya dan
risiko pengiriman tetap tinggi.
Fundamental
minyak juga diperkuat oleh meningkatnya pembelian China serta rendahnya
persediaan bahan bakar di AS. Harga bensin dan diesel Amerika Serikat telah
melonjak, sementara stok diesel ditaksir turun
melonjak, sementara stok diesel ditaksir turun ke level terendah dalam
lebih dari dua dekade.
Bias minyak masih cenderung bullish selama
konflik AS–Iran belum memaparkan tanda deeskalasi.
konflik AS–Iran belum memaparkan tanda deeskalasi. Brent yang mampu bertahan
di atas US$100 memaparkan premi geopolitik masih kuat. Jika serangan kepada
tanker atau gangguan Hormuz meningkat, area US$102 berpotensi ditembus dan
membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya,
membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya, normalisasi arus energi atau
tanda-tanda diplomasi dapat memicu koreksi harga.
