
🏠 Beranda › Berita › emas Menguat Tipis, Dolar Melemah Jelang…
Emas Menguat Tipis, Dolar Melemah Jelang Data Inflasi AS
- US$4.414,28 per troy ounce, sementara kontrak
- satu penopang utama emas. Dollar Index
- bertahan di sekitar 4,84%, mendekati level
- Jumat. Setelah data tenaga kerja AS
- naik sehingga menekan emas, sementara hasil
- dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di
- tersebut menjaga permintaan bagi emas sebagai
- bergerak dengan bias positif terbatas menjelang
- sebelum perhatian market beralih ke CPI
Harga emas bergerak menguat tipis
pada perdagangan Kamis (10/9), didukung pelemahan dolar AS ketika investor
menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Spot gold naik sekitar 0,3% ke
US$4.414,28 per troy ounce, sementara kontrak
US$4.414,28 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk Desember
turun tipis 0,1% ke sekitar US$4.457,20.
Pelemahan dolar menjadi salah
satu penopang utama emas. Dollar Index
satu penopang utama emas. Dollar Index turun ke sekitar 98,73, meskipun imbal
hasil Treasury AS masih berada di level tinggi. Kondisi tersebut membuat emas
relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan membantu menjaga minat
beli terhadap logam mulia.
Namun, kenaikan emas masih
tertahan oleh tingginya yield Treasury. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun
bertahan di sekitar 4,84%, mendekati level
bertahan di sekitar 4,84%, mendekati level tertinggi sejak 2023. Kenaikan yield
dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel dapat
kembali memperkuat tekanan inflasi dan mendorong Federal Reserve mempertahankan
kebijakan moneter ketat.
Perhatian peringkat kini tertuju pada
Producer Price Index (PPI) AS yang akan dirilis malam ini, disusul CPI pada
Jumat. Setelah data tenaga kerja AS
Jumat. Setelah data tenaga kerja AS sejak awal memaparkan kondisi yang kuat,
peringkat memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga Fed pada September.
PPI yang lebih panas dari perkiraan dapat mendorong yield dan dolar kembali
naik sehingga menekan emas, sementara hasil
naik sehingga menekan emas, sementara hasil yang lebih rendah berpotensi
memberikan ruang bagi gold untuk melanjutkan penguatan.
Di sisi lain, emas tetap mendapat
dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di
dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Konflik AS–Iran
telah memicu gelombang serangan bagi kapal di sekitar Selat Hormuz,
sementara Brent bertahan di atas US$100 per barel. Ketidakpastian geopolitik
tersebut menjaga permintaan bagi emas sebagai
tersebut menjaga permintaan bagi emas sebagai komoditas safe haven, meskipun
dampaknya kini masih kalah dominan dibanding koreksi dolar dan yield
Secara keseluruhan, emas masih
bergerak dengan bias positif terbatas menjelang
bergerak dengan bias positif terbatas menjelang data inflasi AS. Pelemahan
dolar mendukung harga, tetapi yield Treasury yang tinggi berubah jadi penghambat
utama. Arah berikutnya kemungkinan sangat bergantung pada hasil PPI malam ini,
sebelum perhatian market beralih ke CPI
sebelum perhatian market beralih ke CPI dan pertemuan FOMC pekan depan.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
