Friday, 30 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Turun Saat Risiko Inflasi Makin Membesar

Emas Turun Saat Risiko Inflasi Makin Membesar
Emas Turun Saat Risiko Inflasi Makin Membesar

🏠 Beranda › Berita › emas Turun Saat Risiko Inflasi Makin Mem…

Gold

📅 2026-09-08   🕐 17:51   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak merosot pada perdagangan Selasa (8/9), ketika investor menimbang dampak kenaikan harga minyak, meningkatnya imbal hasil obligasi, serta pelemahan dolar AS. Spot gold diperdagangkan sekitar US$4.390,50 per troy ounce atau turun sekitar 0,3%, sementara kontrak emas berjangka AS melemah sekitar 0,9% ke US$4.435. Harga kembali berada di bawah level psikologis US$4.400 setelah gagal mempertahankan rebound sejak lama.

Tekanan utama kepada emas datang dari lonjakan harga energi. Brent crude bergerak mendekati US$100 per barel akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah dan gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz. Harga minyak yang tinggi meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga mendorong yield Treasury AS naik. Kondisi ini jatuh ke psikologi pasar negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan bunga atau imbal hasil.

Peringkat sekarang masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September berada di kisaran 58%–60%. Data tenaga kerja AS yang kuat pekan lalu telah memperbesar ekspektasi pengetatan kebijakan, sementara kenaikan harga energi semakin memperkuat risiko inflasi. Investor kini menunggu data PPI pada Kamis dan CPI pada Jumat untuk melihat apakah tekanan harga cukup kuat untuk mendorong The Fed menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, penurunan emas sedikit

Di sisi lain, penurunan emas sedikit tertahan oleh pelemahan dolar AS. Yen Jepang mengalami kenaikan tajam hingga level tertinggi sekitar tujuh bulan karena market meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. Pelemahan greenback secara umum membuat emas jatuh ke lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Risiko geopolitik juga tetap jatuh ke faktor pendukung permintaan safe haven. Konflik AS–Iran dan serangan bagi fasilitas energi di kawasan Teluk menjaga ketidakpastian market tetap tinggi. Namun, dampak positif geopolitik terhadap emas kini belum mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan dari kenaikan yield dan ekspektasi suku bunga tinggi.

Analisa Newsmaker: emas masih menyiratkan bias sideways hingga bearish ringan selama bertahan di bawah US$4.400–4.420. Kenaikan minyak dan yield berubah jadi tekanan utama, sementara pelemahan dolar dan risiko geopolitik membatasi penurunan. CPI AS akan menjadi katalis utama; inflasi yang panas berpotensi mendorong emas lebih rendah, sementara data yang lebih lunak dapat membuka peluang rebound. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.