Minyak Bertahan Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Penggerak Utama

🏠 Beranda Berita Minyak Bertahan Bullish, Risiko Pasokan …

Oil

Minyak Bertahan Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Penggerak Utama

📅 2026-09-11   🕐 11:24   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

minyak masih bergerak kuat pada perdagangan Jumat (11/9), dengan Brent berada

di sekitar US$108–109 per barel dan WTI di kisaran US$103. Kenaikan tajam ini

masih ditopang oleh meningkatnya serangan di jalur pelayaran penting Timur

Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz,

Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz, serta eskalasi konflik yang

melibatkan kelompok Houthi di Yaman. Lalu lintas kapal melalui Hormuz bahkan

turun tajam, sementara peringkat semakin khawatir bahwa gangguan pasokan bisa

berlangsung lebih lama.

sisi fundamental, kondisi pasar minyak masih cenderung bullish karena gangguan

pasokan belum menyiratkan tanda mereda. Produksi OPEC pada Agustus turun

sekitar 640 ribu barel per hari,

sekitar 640 ribu barel per hari, terutama akibat hambatan ekspor dari kawasan

Timur Tengah. Namun, ada faktor penahan dari sisi permintaan: OPEC kembali

memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mancanegara 2026 jatuh ke hanya 380

ribu barel per hari, sehingga peringkat

ribu barel per hari, sehingga peringkat tetap mewaspadai bahwa harga yang terlalu

tinggi bisa mulai merusak permintaan.

sisi teknikal, struktur harga masih menjelaskan momentum naik yang kuat setelah

Brent menembus level psikologis US$100 dan

Brent menembus level psikologis US$100 dan kemudian melanjutkan rally ke atas

US$108. Selama harga bertahan di atas area US$105–106, bias jangka pendek masih

bullish. Resistance terdekat berada di area US$110, dan jika level ini ditembus

dengan momentum kuat, ruang kenaikan berikutnya

dengan momentum kuat, ruang kenaikan berikutnya bisa terbuka menuju US$112–115.

Sebaliknya,

setelah kenaikan hampir 13% dalam sepekan, risiko profit taking juga mulai

meningkat. Jika Brent gagal bertahan di

meningkat. Jika Brent gagal bertahan di atas US$105, koreksi dapat mengarah ke

area US$102–100. Level US$100 sekarang merupakan support psikologis penting;

selama area tersebut masih bertahan, koreksi masih bisa dianggap sebagai

pullback dalam tren naik.

keseluruhan, minyak masih memiliki bias bullish, dengan geopolitik dan gangguan

pasokan sebagai katalis utama. Namun, setelah rally yang sangat cepat, bursa

perlu mewaspadai koreksi teknikal. Selama ketegangan

perlu mewaspadai koreksi teknikal. Selama ketegangan di Hormuz belum mereda dan

arus pengiriman masih terganggu, tekanan naik pada Brent kemungkinan tetap

dominan.(mrv)*

: Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF