Harga Minyak RI Tembus US$ 89/Barel, Naik US$ 7,75 dalam Sebulan

🏠 Beranda Berita Harga Minyak RI Tembus US$ 89/Barel, Nai…

Harga Minyak RI Tembus US$ 89/Barel, Naik US$ 7,75 dalam Sebulan

📅 2026-09-11   🕐 09:57   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Detik Finance💬 WA📘 FB🐦 X

Harga rata-rata Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Agustus 2026 ditetapkan sebesar US$ 89,43 per barel. Angka ini naik sebanyak US$ 7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level US$ 81,68 per barel.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman menyampaikan lonjakan ICP tersebut didorong oleh naiknya harga harga minyak dunia sepanjang Agustus 2026. Di mana gerakan harga minyak dunia terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran bagi gangguan pasokan di jalur distribusi minyak internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rata-rata ICP Agustus 2026 yang naik merupakan US$ 89,43 per barel akibat dinamika market dunia yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial. Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan bagi kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia," ujar Laode dalan keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Selain kekhawatiran bagi gangguan jalur maritim, Laode menyatakan pengetatan sanksi politik-ekonomi dan kebuntuan diplomasi internasional disebut turut membatasi peluang penurunan harga minyak dunia.

Pemerintah kini memantau perkembangan bursa menjelang

Pemerintah kini memantau perkembangan bursa menjelang realisasi harga September, dengan fokus pada ketahanan energi nasional dan akuntabilitas pengelolaan ICP.

Memasuki September 2026, ICP diproyeksikan tetap berada pada level tinggi, yakni di kisaran US$ 83,00 hingga US$ 87,00 per barel. Proyeksi tersebut dikaitkan dengan kendala pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau gerakan harga minyak mentah dunia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah juga menyatakan formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika market internasional agar akuntabel bagi keuangan negara serta industri hulu migas.

Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak

Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 menempuh sebagai berikut:

ICP Indonesia: dari US$ 81,68 jatuh ke US$ 89,43 per barel, naik US$ 7,75.

Brent (ICE): dari US$ 83,97 jatuh ke US$ 88,08 per barel, naik US$ 4,10.

WTI (Nymex): dari US$ 79,22 berubah

WTI (Nymex): dari US$ 79,22 berubah jadi US$ 82,45 per barel, naik US$ 3,23.

Dated Brent: dari US$ 83,41 berubah jadi US$ 90,84 per barel, naik US$ 7,43.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Detik Finance

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF