
🏠 Beranda › Berita › emas Kembali Menguat ke US$4.430, Pelema…
Gold
Emas Kembali Menguat ke US$4.430, Pelemahan Dolar Jadi Penopang
Harga emas kembali menguat pada
perdagangan Selasa (8/9), setelah mengalami tekanan pada sesi sejak awal. Pada
saat penulisan, emas bergerak di kisaran US$4.427–US$4.430 per troy ounce atau
naik sekitar 0,5% dari perdagangan sejak
naik sekitar 0,5% dari perdagangan sejak lama. Pelemahan dolar AS memberikan
ruang bagi logam mulia untuk melakukan pemulihan di tengah sikap investor yang
masih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat.
Indeks dolar AS turun sekitar
0,4% ke area 98,82, mendekati level terendah dua pekan. Pelemahan greenback
membuat emas yang dihargakan dalam dolar jatuh ke relatif lebih murah bagi
pemegang mata uang lain, sehingga membantu
pemegang mata uang lain, sehingga membantu meningkatkan permintaan bagi
logam mulia. Kendati demikian, ayunan emas masih memperlihatkan
tarik-menarik kuat antara pembeli dan penjual.
Potensi kenaikan emas masih
dibatasi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku
bunga pada pertemuan September. Market kini memperkirakan peluang sekitar
60% untuk kenaikan sebesar 25 basis
60% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin setelah laporan Non-Farm Payrolls
Agustus menyiratkan ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan, jauh melampaui
perkiraan. suku bunga yang lebih tinggi cenderung berubah jadi tekanan bagi emas
karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, meningkatnya
ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tetap memberikan dukungan safe
haven. Harga Brent bertahan di atas
haven. Harga Brent bertahan di atas US$97 per barel setelah konflik di kawasan
Teluk kembali meningkatkan kekhawatiran bagi pasokan energi. Namun, kenaikan
harga minyak juga membawa risiko inflasi yang lebih tinggi sehingga dapat
memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan
memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Untuk pergerakan berikutnya,
perhatian market akan tertuju pada data PPI dan CPI AS pekan ini. Apabila
inflasi memaparkan tekanan yang lebih kuat,
inflasi memaparkan tekanan yang lebih kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga
berpotensi meningkat dan kembali membatasi emas. Sebaliknya, inflasi yang lebih
lunak dapat menekan dolar dan imbal hasil Treasury sekaligus memberikan ruang
bagi emas untuk memperpanjang rebound. Untuk
bagi emas untuk memperpanjang rebound. Untuk di tengah, area US$4.430 berubah jadi
zona yang perlu diperhatikan karena emas sedang mencoba mempertahankan
pemulihan setelah tekanan pada awal pekan.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
