Minyak Naik Dekati US$100, Risiko Timur Tengah Kembali Jadi Penggerak Utama

🏠 Beranda Berita Minyak Naik Dekati US$100, Risiko Timur …

Oil

Minyak Naik Dekati US$100, Risiko Timur Tengah Kembali Jadi Penggerak Utama

📅 2026-09-08   🕐 11:16   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

minyak kembali melonjak pada perdagangan Selasa (8/9), didorong oleh

meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan terus mengganggu

pasokan energi. Brent menempuh naik ke sekitar US$97,34 per barel, sementara

West Texas Intermediate (WTI) bergerak di

West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$92,63 per barel. Kenaikan

ini membawa harga minyak mendekati level tertinggi dalam enam pekan.

bullish terutama datang dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Teheran kembali memperingatkan bahwa infrastruktur energi

Teheran kembali memperingatkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk

dapat berubah jadi sasaran jika serangan AS berlanjut. Di saat yang sama, Iran juga

mengancam akan membentuk maritime exclusion zone baru di kawasan Teluk,

sehingga risiko kepada lalu lintas kapal

sehingga risiko kepada lalu lintas kapal dan distribusi minyak melalui Selat

Hormuz semakin meningkat.

pengiriman memang sudah terlihat. Data Kpler memaparkan hanya tujuh kapal

komoditas yang melewati Hormuz pada Senin,

komoditas yang melewati Hormuz pada Senin, turun dari delapan kapal sehari

di awal. Kondisi tersebut membuat market mulai memperhitungkan kemungkinan

gangguan pasokan yang lebih panjang, bahkan Goldman Sachs telah menaikkan

proyeksi harga Brent dan WTI untuk

proyeksi harga Brent dan WTI untuk akhir 2026 dan 2027.

demikian, Brent masih belum menembus US$100 karena sebagian pasokan masih tetap

mengalir. Reuters mencatat ekspor minyak dari Timur Tengah memang turun tajam,

tetapi sekitar 4–5 juta barel per

tetapi sekitar 4–5 juta barel per hari masih melewati Hormuz. Selain itu,

peningkatan produksi dari AS, Kanada, dan Guyana serta penggunaan jalur

alternatif oleh beberapa negara Teluk turut membantu menahan lonjakan harga.

sisi fundamental, minyak masih memiliki bias

sisi fundamental, minyak masih memiliki bias bullish selama ketegangan AS–Iran

belum mereda dan lalu lintas Hormuz tetap terbatas. Level US$100 per barel

merupakan batas psikologis penting berikutnya. Jika muncul gangguan baru kepada

tanker, fasilitas energi, atau jalur pengiriman,

tanker, fasilitas energi, atau jalur pengiriman, peluang Brent menembus US$100

akan semakin besar. Sebaliknya, jika diplomasi membaik atau arus kapal kembali

normal, harga bisa mengalami koreksi cepat karena premi risiko geopolitik saat

ini sudah cukup tinggi.(mrv)*

: Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF