Minyak Naik ke Level Tertinggi, Timur Tengah Kembali Memanas!

🏠 Beranda Berita Minyak Naik ke Level Tertinggi, Timur Te…

Oil

Minyak Naik ke Level Tertinggi, Timur Tengah Kembali Memanas!

📅 2026-09-03   🕐 21:34   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis setelah serangan Amerika Serikat bagi Iran dan ancaman baru Israel terhadap Teheran kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Brent crude futures naik 59 sen atau 0,62% ke US$96,22 per barel pada pukul 13.27 GMT.

West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak 78 sen atau 0,86% ke US$91,79 per barel. Kedua kontrak minyak menuju kenaikan hari keempat berturut-turut dan sempat menyentuh level tertinggi enam pekan pada awal sesi.

Ketegangan meningkat setelah Menteri Kesehatan Iran menyatakan 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka akibat serangan AS pada Selasa malam. Bulan Sabit Merah Iran juga melaporkan empat orang tewas dan 67 terluka dalam sebuah acara pernikahan di dekat pesisir Selat Hormuz.

Media semi-resmi Tasnim melaporkan tiga pilot

Media semi-resmi Tasnim melaporkan tiga pilot Angkatan Darat Iran turut tewas dalam serangan tersebut. Serangan ini merupakan pertukaran tembakan terbesar antara AS dan Iran sejak Juli, sementara perang yang dimulai dari serangan AS-Israel pada akhir Februari kini memasuki bulan ketujuh.

Suasana pasar bursa semakin panas setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kembali memperingatkan bahwa Israel akan melumpuhkan infrastruktur militer dan sipil Iran, termasuk fasilitas energi, jika Teheran melancarkan serangan kepada Israel. Komentar tersebut ikut mendorong harga minyak lebih tinggi.

Data pelayaran memaparkan hanya enam kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu, turun dari 11 kapal sehari sejak awal dan jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 13 kapal. Iran juga menambah daftar kapal yang dianggap tidak patuh dan berisiko dikenai denda, penyitaan, atau penahanan jika mencoba melewati selat tersebut.

Di sisi pasokan, Irak meningkatkan ekspor

Di sisi pasokan, Irak meningkatkan ekspor minyak jatuh ke sekitar 2,34 juta barel per hari pada Agustus, dari sekitar 1,35 juta barel per hari pada Juli. Ekspor September juga kemungkinan meningkat karena diskon besar dan izin Iran bagi tanker Irak untuk melewati Hormuz menarik minat pembeli.

Ulasan Newsmaker: Kenaikan minyak memaparkan bursa masih sangat sensitif bagi perkembangan konflik Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz belum kembali normal. Selama Brent bertahan di atas US$96 dan WTI di atas US$91, premi risiko geopolitik masih kuat dan berpotensi menjaga tekanan inflasi energi. Kondisi ini juga bisa memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, karena harga minyak yang tinggi dapat membuat inflasi lebih sulit turun. Namun, kenaikan ekspor Irak bisa sedikit menahan lonjakan harga jika pasokan tambahan terus masuk ke pasar. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF