
🏠 Beranda › Berita › Damai Rusia Bayangi Reli Minyak
Oil
Damai Rusia Bayangi Reli Minyak
Harga minyak ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (3/9) setelah bergerak volatil dan sempat menyentuh level tertinggi enam pekan. Brent turun tipis 0,12% jatuh ke US$95,52 per barel, sedangkan WTI naik 0,32% ke US$91,30.
Harga mendapat dukungan dari meningkatnya risiko gangguan pasokan Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru bagi Iran. Ancaman Israel untuk menargetkan infrastruktur militer dan energi Iran turut menambah premi geopolitik pada peringkat.
Peluang diplomasi AS–Iran juga semakin menyempit. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan Washington tidak akan menggelar perundingan sebelum Teheran menghentikan serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz.
Aktivitas pelayaran melalui Hormuz masih terbatas.
Aktivitas pelayaran melalui Hormuz masih terbatas. Hanya enam kapal komoditas yang melintasi jalur tersebut pada Rabu, turun dari 11 kapal sehari di awal dan jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 13 kapal.
Namun, kenaikan harga tertahan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Ukraina. Perdamaian berpotensi mengurangi serangan kepada kilang Rusia dan meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan bahan bakar.
Tambahan pasokan dari Irak juga memberikan tekanan. Ekspor minyak Irak meningkat jatuh ke sekitar 2,34 juta barel per hari pada Agustus dari 1,35 juta barel per hari pada Juli dan ditaksir kembali bertambah pada September.
Analisa Newsmaker : minyak masih memiliki
Analisa Newsmaker : minyak masih memiliki bias melonjak selama konflik AS–Iran mengancam pelayaran di Hormuz dan persediaan internasional terus menurun. Eskalasi baru dapat membawa Brent kembali menguji US$97 dan WTI US$93, sedangkan kemajuan damai Rusia–Ukraina serta meningkatnya ekspor Irak berpotensi memicu koreksi menuju Brent US$94–US$95 dan WTI sekitar US$90. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
