Tuesday, 20 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Damai Rusia Bayangi Reli Minyak

Damai Rusia Bayangi Reli Minyak
Red oil drums sitting on Russian flag. Horizontal composition with copy space. Russian oil industry concept.
Damai Rusia Bayangi Reli Minyak

🏠 Beranda › Berita › Damai Rusia Bayangi Reli Minyak

Oil

📅 2026-09-04   🕐 03:55   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (3/9) setelah bergerak volatil dan sempat menyentuh level tertinggi enam pekan. Brent turun tipis 0,12% jatuh ke US$95,52 per barel, sedangkan WTI naik 0,32% ke US$91,30.

Harga mendapat dukungan dari meningkatnya risiko gangguan pasokan Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru bagi Iran. Ancaman Israel untuk menargetkan infrastruktur militer dan energi Iran turut menambah premi geopolitik pada peringkat.

Peluang diplomasi AS–Iran juga semakin menyempit. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan Washington tidak akan menggelar perundingan sebelum Teheran menghentikan serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz.

Aktivitas pelayaran melalui Hormuz masih terbatas.

Aktivitas pelayaran melalui Hormuz masih terbatas. Hanya enam kapal komoditas yang melintasi jalur tersebut pada Rabu, turun dari 11 kapal sehari di awal dan jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 13 kapal.

Namun, kenaikan harga tertahan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Ukraina. Perdamaian berpotensi mengurangi serangan kepada kilang Rusia dan meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan bahan bakar.

Tambahan pasokan dari Irak juga memberikan tekanan. Ekspor minyak Irak meningkat jatuh ke sekitar 2,34 juta barel per hari pada Agustus dari 1,35 juta barel per hari pada Juli dan ditaksir kembali bertambah pada September.

Analisa Newsmaker : minyak masih memiliki

Analisa Newsmaker : minyak masih memiliki bias melonjak selama konflik AS–Iran mengancam pelayaran di Hormuz dan persediaan internasional terus menurun. Eskalasi baru dapat membawa Brent kembali menguji US$97 dan WTI US$93, sedangkan kemajuan damai Rusia–Ukraina serta meningkatnya ekspor Irak berpotensi memicu koreksi menuju Brent US$94–US$95 dan WTI sekitar US$90. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.