Lewati ke konten
Tuesday, 20 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Pasar
XAU/USD 4.135,20 −0,66% Brent 109,19 +0,42% WTI 99,90 +0,31% USD/IDR 16.245 −0,08%
Indikatif · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Melonjak 2%, Konflik AS-Iran Memanas

Minyak Melonjak 2%, Konflik AS-Iran Memanas
Minyak Melonjak 2%, Konflik AS-Iran Memanas

🏠 Beranda › Berita › minyak Melonjak 2%, Konflik AS-Iran Mema…

Oil

Minyak Melonjak 2%, Konflik AS-Iran Memanas

📅 2026-09-01   🕐 22:10   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak naik lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (1/9) setelah kembali pecahnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kekhawatiran kepada gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Kontrak minyak Brent naik US$2,17 atau sekitar 2,4% berubah jadi US$92,66 per barel pada pukul 13.02 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) mengalami kenaikan US$2,48 atau 2,89% menjadi US$88,24 per barel.

Pada level tersebut, kedua kontrak minyak telah menghapus sebagian besar penurunan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Rebound tajam terjadi setelah eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkatkan premi risiko geopolitik di market energi.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin mengancam akan melancarkan serangan tambahan bagi Iran. Ancaman tersebut muncul setelah kedua negara kembali melakukan pertukaran serangan langsung untuk pertama kalinya sejak akhir Juli.

Analis PVM John Evans menilai aksi saling balas serangan rudal antara AS dan Iran memperkuat pandangan bahwa konflik tersebut dapat terus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, meskipun belum tentu berkembang berubah jadi perang tanpa akhir.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuturkan negaranya siap segera melakukan langkah timbal balik apabila Amerika Serikat kembali memenuhi komitmennya dalam kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pada Juni.

Perhatian market juga tetap tertuju pada

Perhatian market juga tetap tertuju pada Selat Hormuz. Upaya mediator seperti Qatar dan Oman untuk mencapai kesepakatan pembukaan kembali jalur tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil yang jelas.

Selat Hormuz memiliki peran sangat penting bagi peringkat energi mancanegara karena sebelum perang pecah pada akhir Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia melewati jalur tersebut. Ketidakpastian bagi kelancaran lalu lintas energi di kawasan itu membuat pasar terus memasukkan premi risiko ke dalam harga minyak.

Analisa Newsmaker: Kenaikan minyak kini didorong terutama oleh meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran bagi gangguan pasokan, bukan semata-mata oleh perubahan fundamental permintaan. Selama belum ada kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz dan ancaman serangan AS-Iran tetap tinggi, Brent berpeluang mempertahankan premi risiko di atas US$90. Namun, kemajuan diplomatik dari Qatar dan Oman dapat dengan cepat memangkas premi geopolitik dan memicu koreksi harga.(yds)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.