Analisis Hormuz Makin Panas, Brent Bisa Tembus US$100? - Data Pasar 2026-08-17

Hormuz Makin Panas, Brent Bisa Tembus US$100?

Harga Minyak bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (17/08) setelah meningkatnya ketegangan di Lebanon dan serangan baru terhadap kapal di Selat Hormuz membuat prospek perdamaian AS-Iran semakin tidak pasti. Brent bergerak di bawah US$89 per barel setelah melonjak sekitar 6% pekan lalu, sementara WTI bertahan di sekitar US$82 per barel.
Risiko geopolitik kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon dalam salah satu hari pertempuran paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada saat yang sama, sejumlah kapal kembali diserang di kawasan Hormuz, termasuk kapal yang terafiliasi dengan Abu Dhabi National Oil Company. Negosiasi antara Washington dan Teheran juga masih mengalami kebuntuan.
Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui blokade laut dan rencana sanksi ekonomi tambahan. Pemerintahan Donald Trump memberi sinyal bahwa pembatasan baru terhadap Iran dapat diumumkan dalam waktu dekat. Iran sendiri dilaporkan memperkuat kesiapan militernya, termasuk produksi rudal dan drone serta koordinasi dengan kelompok sekutunya di kawasan.
Meski risiko gangguan pasokan tinggi, kenaikan Minyak masih tertahan karena sebagian produsen Timur Tengah tetap mampu mengirimkan Minyak dari Teluk Persia dalam jumlah besar. Iran dan Oman juga dilaporkan mulai mendekati kesepakatan mengenai pengelolaan Selat Hormuz, meskipun AS belum terlibat dan kemungkinan tetap menuntut kebebasan penuh bagi pelayaran komersial.
Analisis Newsmaker: Pasar Minyak saat ini berada di antara risiko eskalasi geopolitik dan kekhawatiran kelebihan pasokan. Jika konflik AS-Iran meningkat dan pelayaran Hormuz kembali berhenti secara drastis, Brent berpotensi bergerak menuju US$100 per barel. Sebaliknya, jika pengiriman Minyak tetap berjalan dan permintaan global melemah, tekanan koreksi menuju area US$80 masih terbuka.(asd)*
Sumber: newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

By IT EF