
Blokade AS ke Iran Angkat Harga Minyak
Harga Minyak kembali melonjak sekitar 2% pada perdagangan Rabu (15/7) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan kembali blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran. Ketegangan makin meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengancam akan menutup jalur ekspor lain yang menguntungkan AS dan sekutunya.
Brent naik US$1,71 atau 2% ke level US$86,44 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI menguat US$1,43 atau 1,8% ke level US$80,77 per barel. Kenaikan ini melanjutkan Penguatan sebelumnya, setelah harga Minyak ditutup naik 2% ke level tertinggi satu bulan.
Pasar kembali khawatir terhadap gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur penting yang biasanya dilewati sekitar seperlima Minyak dan LNG dunia sebelum perang Iran pecah. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa ekspor energi kawasan harus bisa dinikmati bersama, atau tidak dinikmati sama sekali.
Konflik AS dan Iran kembali memanas setelah gencatan yang rapuh mulai retak. Pada Rabu dini hari, militer AS kembali melancarkan serangan baru untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Trump juga mengatakan bahwa target energi akan disimpan untuk tahap terakhir, tetapi tetap bisa diserang jika diperlukan.
Goldman Sachs memperkirakan ekspor Teluk sempat pulih ke atas 80% dari level sebelum perang setelah nota kesepahaman AS-Iran pada Juni. Namun, dalam sepekan terakhir, ekspor kembali turun di bawah 50% atau sekitar 11 juta barel per hari. Bank tersebut bahkan memperingatkan bahwa Brent bisa menembus US$110 per barel pada kuartal IV jika pemulihan ekspor Teluk terus terhambat.
Ketegangan juga melebar setelah Iran mengklaim meluncurkan serangan drone ke posisi AS di pangkalan Azraq, Yordania, serta menargetkan fasilitas senjata dan penyimpanan di Bahrain dan Kuwait. Dampaknya ke market, Minyak masih berisiko bertahan tinggi selama blokade, ancaman penutupan jalur ekspor, dan serangan lintas kawasan belum mereda. Jika harga energi terus naik, tekanan inflasi global bisa kembali menjadi ancaman besar bagi Pasar. (arl)
Sumber : newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
