
Minyak Melonjak, Trump Kembali Blokade Iran
Harga Minyak melonjak tajam pada perdagangan Senin (13/7) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran. Langkah ini muncul saat Washington dan Teheran saling berebut pengaruh atas Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.
Minyak Brent, acuan Minyak internasional, naik 9,6% dan ditutup di level US$83,30 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI menguat 9,4% ke level US$78,14 per barel. Kenaikan tajam ini menunjukkan Pasar mulai memasukkan kembali premi risiko perang ke dalam harga Minyak.
Trump menyatakan bahwa AS akan mengaktifkan kembali blokade terhadap kapal Iran. Menurutnya, blokade tersebut hanya ditujukan untuk menghentikan kapal Iran atau pelanggan Iran yang ingin masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Sementara itu, negara lain disebut tetap bisa menggunakan jalur tersebut secara terbuka dan adil.
Selain menjaga lalu lintas di Hormuz, Trump juga menuntut adanya penggantian biaya sebesar 20% dari seluruh kargo yang dikirim melalui jalur tersebut. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran baru di Pasar energi karena dapat meningkatkan ketegangan dengan Iran maupun negara-negara lain yang bergantung pada pengiriman melalui Hormuz.
Keputusan AS untuk kembali menerapkan blokade muncul setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Militer AS disebut kembali menyerang Iran pada Minggu, setelah sehari sebelumnya menghantam 140 target. CENTCOM mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons atas serangan Garda Revolusi Iran terhadap kapal kontainer yang melintasi Selat Hormuz.
Dampaknya ke market, harga Minyak berpotensi tetap tinggi selama konflik AS-Iran belum mereda. Kenaikan Minyak dapat memicu kekhawatiran Laporan Inflasi baru, membuat The Fed berpeluang lebih hawkish, dan menekan aset berisiko seperti saham serta crypto. Di sisi lain, sektor energi berpotensi mendapat sentimen positif dari lonjakan harga Minyak.(yds)
Sumber: newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
