
Minyak Tertekan Arus Hormuz, Bagaimana Arah Selanjutnya?
Harga Minyak kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut karena arus pengiriman melalui Selat Hormuz terus meningkat. Pasar juga melihat adanya tanda kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda.
West Texas Intermediate atau WTI bergerak di dekat US$68 per barel setelah turun sekitar 3% dalam dua sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent untuk kontrak September ditutup melemah 1,9% ke level US$71,57 per barel pada Rabu. Pada pagi hari di Singapura, WTI Agustus turun 0,8% ke US$68,80 per barel.
Tekanan terhadap harga Minyak semakin kuat setelah pasokan melalui Selat Hormuz disebut sudah mencapai lebih dari 10 juta barel per hari. Kondisi ini menunjukkan kemampuan Iran untuk menghentikan arus pelayaran kini lebih terbatas. Presiden AS Donald Trump juga menyambut adanya kemajuan dalam negosiasi, meski pembicaraan berikutnya masih menunggu jadwal baru dari Qatar.
Qatar menyatakan pertemuan lanjutan akan dijadwalkan secepat mungkin setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara di awal konflik. Upacara pemakaman diperkirakan dimulai pada 4 Juli dan berlangsung selama beberapa hari, menurut media Pemerintah Iran.
Meski harga Minyak melemah, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Iran kembali menegaskan keinginannya untuk mengendalikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Selain itu, isu program nuklir Iran dan konflik di Lebanon masih menjadi hambatan besar dalam masa gencatan senjata 60 hari. Di sisi lain, stok Minyak AS turun ke level terendah sejak Maret 2025 setelah menyusut selama 12 pekan berturut-turut.(asd)*
Sumber: newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
