Analisis Brent Rebound Usai Jatuh, Serangan AS Uji Prospek Deal Iran - Data Pasar 2026-05-26

Brent Rebound Usai Jatuh, Serangan AS Uji Prospek Deal Iran

Harga Minyak berbalik menguat pada Selasa (26/5)setelah serangan militer terbaru AS di Iran menambah ketidakpastian atas jalur menuju kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Brent naik mendekati US$100 per barel, memulihkan sebagian penurunan tajam pada sesi sebelumnya ketika Pasar sempat mengikis premi risiko karena optimisme diplomasi.
Brent untuk settlement Juli tercatat naik 3,6% ke US$99,64 per barel pada 09:37 waktu London, sementara WTI untuk pengiriman Juli diperdagangkan di US$93,07 per barel. Perdagangan Senin tidak mencatat settlement karena libur di AS, sehingga pergerakan harga pekan ini berlangsung dengan acuan likuiditas yang tidak sepenuhnya normal.
Pemicu rebound adalah meningkatnya kembali persepsi risiko pasokan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pasukannya menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal yang berupaya menempatkan ranjau, setelah media Iran melaporkan ledakan di sekitar kawasan selat. Di sisi diplomatik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi masih akan “memakan beberapa hari” karena kedua pihak membahas bahasa dalam dokumen awal, menandakan proses belum memasuki tahap final. Pemimpin Tertinggi Iran juga menyatakan Timur Tengah tidak lagi menjadi “perisai” bagi pangkalan militer AS, menambah tensi narasi di kawasan.
Pasar kini kembali menyeimbangkan dua sinyal yang saling berlawanan. Di satu sisi, ada dorongan untuk memperpanjang gencatan senjata sekitar dua bulan, dengan Washington melonggarkan blokade dan Teheran membuka kembali Hormuz. Di sisi lain, titik sengketa tetap besar: Iran menyatakan perlu dapat mengelola lalu lintas di chokepoint, sesuatu yang menurut AS, negara-negara Arab, dan Eropa tidak dapat diterima. Dalam konteks ini, reli Minyak mencerminkan kembalinya premi risiko “operasional” atas Hormuz yang masih pada praktiknya tertutup dan rentan terhadap gangguan.
Komentar analis energi Saul Kavonic menekankan bahwa Pasar masih berhati-hati mengejar narasi damai, mengingat klaim keberhasilan negosiasi dan pembukaan selat sebelumnya beberapa kali tidak terwujud. Ketika ketidakpastian tinggi, harga Minyak cenderung bergerak headline-driven: setiap indikasi eskalasi cepat menambah premi risiko, sementara sinyal kemajuan diplomasi memicu pelepasan premi yang sama cepatnya.
Di luar dinamika selat, material ini juga menyoroti ketegangan fundamental sisi persediaan. International Energy Agency (IEA) disebut mencatat penarikan persediaan Minyak global berlangsung pada laju rekor, menyorot AS karena stok gabungan komersial dan strategis dilaporkan menyusut pada laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini menjadi bantalan bagi harga, bahkan ketika Pasar menilai peluang pembukaan kembali aliran pasokan melalui Hormuz.
Faktor tambahan yang berpotensi memengaruhi negosiasi adalah isu nuklir dan front regional lain. Presiden Donald Trump menyatakan uranium yang diperkaya Iran lebih disukai untuk dihancurkan di Iran atau dapat diserahkan ke AS. Sementara itu, Israel menyatakan akan mengintensifkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon, dan Teheran menuntut berakhirnya permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan dengan AS, memperluas spektrum risiko yang dipantau Pasar energi.
Variabel kunci berikutnya adalah sinyal konkret dari dokumen awal negosiasi (bahasa kesepakatan dan jadwal), status keamanan dan akses pelayaran di Hormuz, perkembangan isu pengelolaan lalu lintas selat, serta laju penarikan persediaan global dan AS yang menentukan seberapa “ketat” Pasar bertahan jika de-eskalasi kembali tertunda.(Arl)*
Sumber : newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

By IT EF