
Brent-WTI Rebound Tajam, Pasar Ragukan Talk AS–Iran
Harga Minyak melonjak pada Senin (20/4) setelah ketidakpastian pembicaraan damai AS–Iran kembali meningkat menyusul eskalasi di sekitar Selat Hormuz. Brent ditutup naik 5,64% ke US$95,48/barel, sementara WTI naik 6,87% ke US$89,61/barel.
Kenaikan ini membalik kejatuhan tajam Jumat lalu, ketika kedua kontrak anjlok sekitar 9% setelah Iran menyatakan jalur komersial Hormuz terbuka selama sisa periode ceasefire. Namun akhir pekan, AS menyita kapal kargo berbendera Iran yang disebut mencoba menembus blokade, sementara Teheran mengancam pembalasan—mendorong kekhawatiran permusuhan kembali meningkat.
Dengan gencatan senjata dua pekan dijadwalkan berakhir akhir pekan ini, eskalasi terbaru kembali meragukan peluang putaran kedua perundingan AS–Iran di Pakistan. Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran masih mempertimbangkan hadir, namun belum ada keputusan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga menyampaikan kepada Menlu Pakistan Ishaq Dar bahwa “pelanggaran berkelanjutan” oleh AS menjadi hambatan utama bagi kelanjutan proses diplomasi. Presiden Donald Trump sendiri menyatakan belum pasti memperpanjang ceasefire, tetapi menegaskan blokade akan tetap berjalan.
Implikasi Pasar: Minyak kembali memasang premi risiko pasokan, karena output dan arus fisik dari kawasan Teluk sangat sensitif terhadap status Hormuz dan langkah-langkah blokade/retaliasi. Fokus berikutnya adalah keputusan soal perpanjangan ceasefire, kepastian jadwal/format perundingan Pakistan, serta perkembangan insiden maritim yang dapat mengubah arah harga dengan cepat. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
