Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

GBP/USD: Terus Berjuang di Tengah Risiko Fiskal Inggris

Pasangan mata uang GBP/USD berhasil pulih sedikit di awal sesi Asia pada hari Senin, mencatatkan kenaikan moderat di sekitar level 1.3465, mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Namun, potensi kenaikan lebih lanjut untuk Poundsterling (GBP) tampaknya terbatas, seiring dengan kekhawatiran terkait kemampuan Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, dalam mengendalikan anggaran negara. Isu fiskal ini bisa membatasi kenaikan lebih jauh, meskipun Bank of England (BoE) Chief Economist, Huw Pill, dijadwalkan untuk berbicara nanti pada hari Senin.
Angka-angka terbaru mengenai sektor publik menunjukkan bahwa utang sektor publik Inggris mencapai £18 miliar, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk bulan tersebut. Angka ini jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang mengharapkan anggaran Pemerintah berada di angka £12,8 miliar. Para analis khawatir bahwa lonjakan utang ini akan memperburuk beban fiskal Inggris dan meningkatkan risiko terkait keuangan negara, yang bisa memberi tekanan jual pada GBP/USD.
Pada sisi kebijakan moneter, BoE memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di angka 4,0% pada pertemuan terakhirnya, di tengah prospek pertumbuhan ekonomi yang tidak pasti dan Pasar tenaga kerja yang lemah. BoE juga mengingatkan bahwa pengurangan kebijakan moneter yang hati-hati dan bertahap masih dianggap perlu. Meskipun keputusan ini tidak mengarah pada penurunan suku bunga lebih lanjut, hal tersebut dapat membantu membatasi penurunan GBP/USD dalam waktu dekat.
Di sisi lain, keputusan Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga bulan lalu juga memberi dampak pada Pasar. Fed mengindikasikan kemungkinan dua penurunan suku bunga lagi sebelum akhir tahun. Namun, pernyataan dari Ketua Fed, Jerome Powell, menyebutkan bahwa penurunan ini lebih kepada “pengelolaan risiko” dan keputusan mendatang akan dibuat “per pertemuan,” menunjukkan siklus pelonggaran yang lebih hati-hati daripada yang diperkirakan banyak investor. Pada hari Senin, Pasar akan menunggu komentar lebih lanjut dari pejabat Fed yang mungkin memberikan petunjuk lebih jelas tentang prospek suku bunga AS ke depan.(ads)
Sumber: Newsmaker.id

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.