Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Bisa Tembus $5.000? Goldman Sachs Buka Suara

Harga Emas berpotensi melonjak hingga mendekati US$5.000 per troy ons jika serangan Donald Trump terhadap Federal Reserve mengikis independensi bank sentral AS, menurut prediksi Goldman Sachs. Tahun ini, Harga Emas sudah naik 35% ke atas US$3.500, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terbaik di dunia. Lonjakan ini didorong oleh aliran dana investor dan bank sentral yang mencari perlindungan dari ketidakpastian politik dan meningkatnya risiko utang.
Kekhawatiran utama Pasar adalah independensi The Fed yang bisa terancam, terutama setelah upaya Trump untuk memecat Gubernur Lisa Cook. Investor menilai, jika The Fed menjadi terlalu politis, maka bank sentral bisa lebih cepat memangkas suku bunga daripada yang seharusnya. Hal itu akan meningkatkan ekspektasi inflasi jangka panjang, menekan Harga Obligasi, dan memperlemah status Dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Menurut Daan Struyven, Kepala Riset Komoditas Global Goldman Sachs, “skenario di mana independensi The Fed terganggu kemungkinan akan memicu inflasi lebih tinggi, melemahkan Harga saham dan Obligasi jangka panjang, serta mengikis status Dolar.” Dalam situasi tersebut, Emas dipandang sebagai penyimpan nilai yang kuat karena tidak bergantung pada kepercayaan institusional.
Goldman Sachs memperkirakan Harga Emas bisa mencapai US$4.000 per ons pada pertengahan 2026 dalam skenario dasar. Namun, jika terjadi pergeseran besar dana dari aset Dolar ke Emas — misalnya 1% dari Obligasi Pemerintah AS yang dimiliki investor swasta dialihkan — Harga Emas berpotensi mendekati US$5.000 per ons. Hal ini menegaskan posisi Emas sebagai aset safe haven yang semakin menarik di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, bank sentral dunia juga terus meningkatkan cadangan emasnya, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Pembelian Emas oleh bank sentral meningkat lima kali lipat, mendorong Harga naik lebih tinggi. Analis BlackRock menambahkan bahwa investor kini tidak bisa lagi mengandalkan Obligasi AS jangka panjang untuk melindungi portofolio, sehingga Emas menjadi pilihan utama untuk diversifikasi yang lebih tangguh.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.