Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Trump Kasih Tarif, Tapi Pasar Malah Ragu Sama Dolar, Kok Bisa?

Trump Kasih Tarif, Tapi Pasar Malah Ragu Sama Dolar, Kok Bisa?
Loss in American dollar. Red arrow graph is showing a drastic fall over American dollar background. Selective focus. Horizontal composition with copy space.

Indeks Dolar AS (DXY) melemah dan bergerak di bawah level 97,50 pada perdagangan Asia hari Selasa (8/7), setelah mencatat lonjakan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. DXY sempat menguat karena lonjakan penghindaran risiko menyusul pengumuman Tarif baru dari Gedung Putih, namun kembali melemah karena Pasar mulai mempertimbangkan potensi penurunan suku bunga Federal Reserve di tengah tekanan fiskal AS yang meningkat.
Apa penyebabnya? Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Senin malam yang menunda penerapan Tarif baru hingga 1 Agustus, memberi waktu tambahan bagi negara-negara mitra dagang untuk merespons. Namun, daftar negara yang dikenakan Tarif diperluas secara signifikan, termasuk Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Bangladesh, dan negara-negara ASEAN lainnya. Tarif bervariasi dari 25% hingga 40%, dengan ancaman tambahan 10% untuk negara yang dianggap “pro-BRICS.”
Dolar AS juga menghadapi tekanan dari ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed, meskipun data ketenagakerjaan AS yang kuat sempat meredakan kekhawatiran Pasar. Di sisi lain, keputusan Trump yang baru-baru ini menandatangani paket stimulus fiskal besar (“Big Beautiful Bill”) berupa pemotongan Pajak dan peningkatan belanja Pemerintah memicu kekhawatiran tentang pelebaran defisit anggaran AS.
Bagaimana Pasar merespons? Meskipun risiko geopolitik dan ketegangan dagang meningkat, para pelaku Pasar mulai berhati-hati menilai kekuatan jangka panjang Dolar. Dengan DXY yang kembali ke kisaran 97,30, Pasar kini menunggu sinyal lebih lanjut dari The Fed dan Gedung Putih soal arah kebijakan moneter dan fiskal ke depan. Dalam jangka pendek, Dolar mungkin tetap fluktuatif seiring Pasar mencerna campuran sinyal dari ekonomi dan politik AS.
Source: (ayu-newsmaker)

Panduan & Informasi Resmi

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.