Wednesday, 4 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Melemah, Sikap Trump Jadi Sorotan

Minyak Melemah, Sikap Trump Jadi Sorotan
Minyak Melemah, Sikap Trump Jadi Sorotan

🏠 Beranda › Berita › Minyak Melemah, Sikap Trump Jadi Sorotan

Oil

📅 2026-11-04   🕐 17:32   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak kembali melemah pada Rabu (4/11) setelah sempat melonjak di awal sesi, dengan investor mencerna kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS dan dampaknya kepada kebijakan Presiden Donald Trump terhadap Iran. Brent turun 0,7% ke US$102,87 per barel, sementara WTI melemah 0,2% ke US$94,97 per barel dalam perdagangan yang volatil.

Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres, yang berpotensi membatasi agenda Trump, termasuk kemampuan pemerintah untuk memperoleh dukungan pendanaan bagi operasi militer di luar negeri. Namun, perubahan tersebut belum berdampak langsung karena Kongres baru akan mulai menjalankan komposisi barunya pada 3 Januari.

Bagi market minyak, perhatian utama kini tertuju pada pilihan Washington kepada Iran: melanjutkan jalur diplomasi atau kembali melakukan serangan militer. Trump mengakui perang Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan Republik, tetapi tetap mempertahankan opsi militer dan menegaskan dirinya tidak menyesali konflik tersebut.

Risiko geopolitik masih merupakan penopang harga minyak

Risiko geopolitik masih merupakan penopang harga minyak. Jika serangan AS kembali meluas, Iran berpotensi melakukan pembalasan kepada infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan. Gangguan di Selat Hormuz dapat mengancam pasokan minyak dan gas dunia, bahkan berpotensi mendorong Brent menembus US$120 per barel.

Di sisi lain, kemajuan diplomasi dapat mengurangi geopolitical risk premium yang selama ini tertanam dalam harga minyak. Investor juga mencermati perkembangan Rusia-Ukraina karena kesepakatan baru berpotensi memengaruhi sanksi kepada Rusia dan ekspor energi negara tersebut.

Tinjauan Newsmaker: minyak di tengah berada di antara dua kekuatan. Risiko eskalasi AS-Iran memberikan potensi kenaikan, sementara peluang diplomasi dan pasokan mancanegara yang masih tersedia membatasi penguatan. Untuk jangka pendek, arah Brent akan sangat bergantung pada apakah Trump memilih memperpanjang jalur negosiasi atau kembali meningkatkan tekanan militer kepada Iran. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.