Thursday, 29 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Gold Tertekan Usai Fed Tahan Suku Bunga

Gold Tertekan Usai Fed Tahan Suku Bunga
Gold Tertekan Usai Fed Tahan Suku Bunga

🏠 Beranda › Berita › Gold Tertekan Usai Fed Tahan Suku Bunga

Gold

📅 2026-10-29   🕐 12:55   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas mengalami penurunan setelah The Fed mempertahankan suku bunga namun belum memberikan kejelasan mengenai langkah berikutnya. XAU/USD berada di sekitar US$4.029 per troy ounce pada perdagangan Kamis (29/10), sementara investor menunggu data inflasi terbaru untuk memperkirakan peluang pengetatan kebijakan hingga akhir tahun.

Keputusan FOMC mempertahankan suku bunga telah kemungkinan peringkat. Namun, Ketua Fed Kevin Warsh menyampaikan bahwa bank sentral berencana mengurangi jumlah pertemuan yang menghasilkan keputusan kebijakan. Pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember karena tingginya harga energi menyulitkan upaya menekan inflasi.

Investor kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) September, indikator inflasi yang merupakan perhatian utama The Fed. Data tersebut dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah suku bunga sebelum akhir tahun dan menentukan psikologi pasar kepada emas.

Emas juga masih rentan kepada aksi jual di peringkat saham

Emas juga masih rentan kepada aksi jual di peringkat saham. Kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap arus kas perusahaan dapat mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di instrumen lain. Kondisi tersebut membuat emas telah mengalami tekanan sepanjang Oktober.

Di sisi lain, permintaan bank sentral tetap merupakan penopang jangka panjang. Goldman Sachs memperkirakan bank sentral membeli sekitar 79 ton emas pada Agustus, hampir lima kali rata-rata pembelian bulanan sebelum 2022. China menjadi salah satu pembeli terbesar dengan sekitar 25 ton.

Permintaan bank sentral yang berkelanjutan berpotensi menjaga fondasi harga emas dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, arah emas masih sangat bergantung pada data PCE, ekspektasi suku bunga The Fed, koreksi dolar AS, serta kondisi peringkat saham dunia. (srh)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.