Harga Minyak Tertinggi dalam Lima Bulan

🏠 Beranda › Berita › Harga Minyak Tertinggi dalam Lima Bulan
Oil
Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi mancanegara.
Minyak mentah Brent melonjak 1,2% merupakan US$114,57 per barel pada pukul 18.38 WIB, setelah di awal menyentuh US$115 per barel, level tertinggi sejak 4 Mei. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 1,5% menjadi US$100,95 per barel. Kenaikan tersebut menempatkan Brent di jalur penguatan mingguan ketiga berturut-turut dengan kenaikan sekitar 4,2%, sedangkan WTI masih berpotensi mencatat penurunan mingguan sebesar 0,5%. Penguatan harga terutama dipicu meningkatnya kekhawatiran kepada eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dari kawasan penghasil energi utama dunia.
Ketegangan semakin meningkat setelah Saudi Aramco dilaporkan memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, dekat Bahrain, pada Kamis, menyusul memburuknya situasi keamanan kawasan. Konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan koalisi pimpinan Arab Saudi kembali merupakan perhatian setelah pertempuran meluas menuju kawasan Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan perdagangan internasional. Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai market masih mengkhawatirkan potensi perluasan konflik yang dalam skenario terburuk dapat memicu gangguan pasokan minyak lebih besar. Ketidakstabilan pengiriman serta tingginya biaya transportasi tanker turut memperketat kondisi pasar energi, sehingga memberikan dukungan tambahan kepada kenaikan harga minyak mentah.
Pelaku market kini mencermati sejauh mana konflik Timur Tengah akan memengaruhi aktivitas produksi dan pengiriman minyak, terutama melalui jalur perdagangan energi strategis. Kesimpulan Newsmaker
Kenaikan Brent hingga menyentuh US$115 per barel memaparkan bahwa risiko geopolitik masih merupakan pendorong utama penguatan harga minyak dunia. Konflik Arab Saudi dan kelompok Houthi meningkatkan kekhawatiran kepada keamanan jalur perdagangan energi, terutama di kawasan Laut Merah.
Dari sisi fundamental, tingginya biaya pengiriman dan ancaman gangguan pasokan berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek. Namun, kenaikan lebih lanjut akan bergantung pada seberapa besar gangguan nyata kepada distribusi minyak.
Dampak kepada market : Harga minyak yang terus meningkat berpotensi memperbesar tekanan inflasi dunia dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve. Kondisi tersebut dapat mendukung dolar AS, tetapi merupakan tantangan bagi emas akibat potensi kenaikan imbal hasil obligasi.
Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dunia juga berisiko meningkatkan biaya impor energi serta memberikan tekanan tambahan kepada rupiah dan biaya produksi domestik.(yds)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
