Friday, 23 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Anjlok Lagi, Ke Level Terendah Dua Pekan!

Emas Anjlok Lagi, Ke Level Terendah Dua Pekan!
Emas Anjlok Lagi, Ke Level Terendah Dua Pekan!

🏠 Beranda › Berita › emas Anjlok Lagi, Ke Level Terendah Dua …

Gold

📅 2026-10-22   🕐 17:48   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (22/10/2026), menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi internasional.

Harga emas spot (XAU/USD) merosot 1,4% merupakan US$4.081,89 per troy ounce pada pukul 16.02 WIB, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun 1,3% ke US$4.097,90 per troy ounce. Pelemahan tersebut terjadi sejalan lonjakan harga minyak dunia lebih dari US$2 per barel setelah serangan lanjutan kelompok Houthi di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi Timur Tengah. Analis ANZ, Soni Kumari, memperingatkan bahwa harga emas masih berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut selama ketidakpastian peringkat energi belum mereda.

Tekanan kepada emas semakin meningkat setelah data inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) Amerika Serikat pada pekan di awal melampaui ekspektasi, terutama akibat kenaikan biaya energi. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan kembali memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi. Meskipun The Fed ditaksir mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober, Goldman Sachs memproyeksikan kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember, yang akan membawa kisaran suku bunga acuan merupakan 4,00%–4,25%. Berdasarkan CME FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan market, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 91%. Ekspektasi tersebut menjadi tekanan bagi emas karena tingginya suku bunga meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Perhatian investor kini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada 29 Oktober, yang merupakan indikator inflasi utama bagi The Fed. Ekonom Capital Economics, Hamad Hussain, menilai inflasi yang masih tinggi dapat mendorong pernyataan bank sentral bernada hawkish dan memberikan tekanan lanjutan kepada emas. Pelemahan juga melanda logam mulia lainnya, dengan harga perak anjlok 3,7% menjadi US$55,86 per ounce, platinum merosot 2,6% ke US$1.586,22, dan paladium turun 3,2% menjadi US$1.052,88 per ounce. Dengan tekanan inflasi yang belum mereda serta meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi, koreksi emas ditaksir masih menghadapi volatilitas menjelang keputusan The Fed dan publikasi data inflasi AS.

Penurunan emas hingga menembus level psikologis US$4.100 menyiratkan tekanan bearish semakin mendominasi bursa logam mulia. Lonjakan harga minyak dunia yang memperbesar risiko inflasi justru merupakan faktor negatif bagi emas karena memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Apabila emas gagal kembali bertahan di atas US$4.100, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area US$4.050 hingga US$4.000 per troy ounce. Sebaliknya, meredanya harga minyak dan sinyal kebijakan The Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan.

Fokus utama peringkat : Keputusan FOMC pada 27–28 Oktober dan data inflasi PCE pada 29 Oktober berpotensi merupakan penentu apakah emas mampu bangkit atau melanjutkan tren pelemahannya.(yds)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.