Minyak Brent Dekati US$110, Serangan Tanker Picu Kekhawatiran Pasokan Global!

🏠 Beranda › Berita › Minyak Brent Dekati US$110, Serangan Tan…
Oil
- Brent naik 0,78% atau 85 sen merupakan US$109,64 per barel, sementara West Texas
- Merah dan risiko serangan kepada fasilitas minyak Arab Saudi
- ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz
- kawasan tersebut
- kekhawatiran kepada kelancaran pengiriman minyak dunia
- penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi
- tertinggi lima bulan di US$111,99
- 800.000 barel untuk pekan yang berakhir 16 Oktober
- mengalami keterbatasan pasokan
- damai atau membaiknya distribusi minyak dapat menahan penguatan harga
- kebijakan suku bunga bank sentral
Harga minyak dunia kembali
naik pada perdagangan Rabu (21/10/2026), didorong meningkatnya kekhawatiran
kepada gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah. Minyak mentah
Brent naik 0,78% atau 85 sen merupakan US$109,64 per barel, sementara West Texas
Brent naik 0,78% atau 85 sen merupakan US$109,64 per barel, sementara West Texas
Intermediate (WTI) naik 0,78% merupakan US$98,58 per barel. Kenaikan tersebut
terjadi ketika investor kembali mencermati ancaman keamanan pelayaran di Laut
Merah dan risiko serangan kepada fasilitas minyak Arab Saudi
Merah dan risiko serangan kepada fasilitas minyak Arab Saudi.
Ketegangan meningkat setelah
sebuah kapal tanker berukuran besar dilaporkan terbakar akibat menghantam
ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz
ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran menyatakan
kapal tersebut melanggar aturan pelayaran yang ditetapkan Teheran. Dalam dua
pekan terakhir, sedikitnya 18 serangan kepada kapal telah dilaporkan di
kawasan tersebut
kawasan tersebut. Sementara itu, kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab
atas serangan kepada fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah,
serta sejumlah bandara Arab Saudi. Rentetan insiden ini memperbesar
kekhawatiran kepada kelancaran pengiriman minyak dunia
kekhawatiran kepada kelancaran pengiriman minyak dunia.
Meski situasi keamanan memburuk,
harga minyak sempat turun pada perdagangan sejak lama setelah muncul harapan
penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi
penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Presiden Iran dilaporkan membahas
upaya mediasi dengan kepala militer Pakistan di Teheran. Brent sejak lama turun
0,69% dan ditutup pada US$108,79 per barel setelah sempat menyentuh level
tertinggi lima bulan di US$111,99
tertinggi lima bulan di US$111,99. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas
Araqchi menyatakan bahwa Teheran belum menerima tanggapan dari Arab Saudi
maupun kelompok Houthi terkait tawaran untuk membantu perundingan damai.
Dari sisi pasokan, perhatian
market juga tertuju pada kondisi persediaan minyak Amerika Serikat. Survei
kepada sejumlah analis memperkirakan stok minyak mentah AS turun sekitar
800.000 barel untuk pekan yang berakhir 16 Oktober
800.000 barel untuk pekan yang berakhir 16 Oktober. Sementara itu, pemerintah
AS dilaporkan tengah bekerja sama dengan perusahaan pengolahan minyak di
berbagai negara untuk meningkatkan produksi bahan bakar, terutama diesel yang
mengalami keterbatasan pasokan
mengalami keterbatasan pasokan. Kondisi ini memaparkan bahwa tekanan di peringkat
energi tidak hanya berasal dari konflik geopolitik, tetapi juga dari ketatnya
ketersediaan produk bahan bakar.
Ke depan, harga minyak Brent berpeluang kembali
menguji kawasan US$110 hingga US$112 per barel apabila serangan kepada kapal
tanker dan fasilitas energi terus meningkat. Sebaliknya, kemajuan perundingan
damai atau membaiknya distribusi minyak dapat menahan penguatan harga
damai atau membaiknya distribusi minyak dapat menahan penguatan harga. Kenaikan
minyak yang berkelanjutan juga berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan
produksi, sehingga memperbesar tekanan inflasi global serta memengaruhi
kebijakan suku bunga bank sentral
kebijakan suku bunga bank sentral. Dengan ancaman gangguan pelayaran yang semakin
meluas, bursa kini mempertanyakan apakah Brent akan menembus US$112 atau
kembali merosot jika jalur diplomasi mulai memaparkan hasil.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
