🏠 Beranda › Berita › Minyak Pangkas Pelemahan, Serangan Houth…

Oil

Minyak Pangkas Pelemahan, Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan

📅 2026-10-20   🕐 02:25   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak memangkas sebagian

pelemahan pada perdagangan Senin setelah kelompok Houthi yang didukung Iran

mengklaim melancarkan serangkaian serangan rudal kepada sejumlah target di

Arab Saudi, termasuk infrastruktur energi dan bandara

Arab Saudi, termasuk infrastruktur energi dan bandara. Aksi tersebut kembali

memicu kekhawatiran kepada potensi gangguan pasokan minyak di kawasan Timur

Sejak awal, harga minyak sempat

mendapat tekanan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang

mendapat tekanan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang

membebaskan sebagian besar sanksi dan tarif terkait ekspor energi Rusia.

Kebijakan tersebut meningkatkan harapan akan bertambahnya pasokan minyak

internasional, sehingga sempat menekan harga pada awal sesi

internasional, sehingga sempat menekan harga pada awal sesi.

Pada pukul 15.45 waktu AS atau

19.45 GMT, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun tipis 0,1%

merupakan US$109,44 per barel

merupakan US$109,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas

Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember juga turun 0,1% ke US$98,45 per

Kedua acuan minyak tersebut

sejak awal mencatat kenaikan mingguan yang terutama didorong oleh kekhawatiran

sejak awal mencatat kenaikan mingguan yang terutama didorong oleh kekhawatiran

pasokan akibat pertempuran sengit antara Houthi dan pemerintah Yaman yang

didukung Arab Saudi. Konflik tersebut meningkatkan risiko kepada arus minyak

melalui Selat Bab el-Mandeb, sementara peningkatan serangan Iran kepada kapal

melalui Selat Bab el-Mandeb, sementara peningkatan serangan Iran kepada kapal

di Selat Hormuz turut memperburuk suasana pasar bursa.

Houthi pada Senin mengklaim telah

melakukan enam operasi militer dalam 48 jam terakhir sebagai balasan atas

melakukan enam operasi militer dalam 48 jam terakhir sebagai balasan atas

serangan koalisi pimpinan Arab Saudi kepada sejumlah fasilitas di Sanaa,

Yaman. Target yang disebut termasuk fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang

minyak Shaybah, serta Bandara Internasional King Khalid dan Abha

minyak Shaybah, serta Bandara Internasional King Khalid dan Abha. Ketegangan

meningkat setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan ofensif

besar awal bulan ini untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi di

sekitar Selat Bab el-Mandeb.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF