🏠 Beranda › Berita › Minyak Pangkas Pelemahan, Serangan Houth…
Oil
Minyak Pangkas Pelemahan, Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan
- Arab Saudi, termasuk infrastruktur energi dan bandara
- mendapat tekanan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang
- internasional, sehingga sempat menekan harga pada awal sesi
- merupakan US$109,44 per barel
- sejak awal mencatat kenaikan mingguan yang terutama didorong oleh kekhawatiran
- melalui Selat Bab el-Mandeb, sementara peningkatan serangan Iran kepada kapal
- melakukan enam operasi militer dalam 48 jam terakhir sebagai balasan atas
- minyak Shaybah, serta Bandara Internasional King Khalid dan Abha
Harga minyak memangkas sebagian
pelemahan pada perdagangan Senin setelah kelompok Houthi yang didukung Iran
mengklaim melancarkan serangkaian serangan rudal kepada sejumlah target di
Arab Saudi, termasuk infrastruktur energi dan bandara
Arab Saudi, termasuk infrastruktur energi dan bandara. Aksi tersebut kembali
memicu kekhawatiran kepada potensi gangguan pasokan minyak di kawasan Timur
Sejak awal, harga minyak sempat
mendapat tekanan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang
mendapat tekanan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang
membebaskan sebagian besar sanksi dan tarif terkait ekspor energi Rusia.
Kebijakan tersebut meningkatkan harapan akan bertambahnya pasokan minyak
internasional, sehingga sempat menekan harga pada awal sesi
internasional, sehingga sempat menekan harga pada awal sesi.
Pada pukul 15.45 waktu AS atau
19.45 GMT, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun tipis 0,1%
merupakan US$109,44 per barel
merupakan US$109,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas
Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember juga turun 0,1% ke US$98,45 per
Kedua acuan minyak tersebut
sejak awal mencatat kenaikan mingguan yang terutama didorong oleh kekhawatiran
sejak awal mencatat kenaikan mingguan yang terutama didorong oleh kekhawatiran
pasokan akibat pertempuran sengit antara Houthi dan pemerintah Yaman yang
didukung Arab Saudi. Konflik tersebut meningkatkan risiko kepada arus minyak
melalui Selat Bab el-Mandeb, sementara peningkatan serangan Iran kepada kapal
melalui Selat Bab el-Mandeb, sementara peningkatan serangan Iran kepada kapal
di Selat Hormuz turut memperburuk suasana pasar bursa.
Houthi pada Senin mengklaim telah
melakukan enam operasi militer dalam 48 jam terakhir sebagai balasan atas
melakukan enam operasi militer dalam 48 jam terakhir sebagai balasan atas
serangan koalisi pimpinan Arab Saudi kepada sejumlah fasilitas di Sanaa,
Yaman. Target yang disebut termasuk fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang
minyak Shaybah, serta Bandara Internasional King Khalid dan Abha
minyak Shaybah, serta Bandara Internasional King Khalid dan Abha. Ketegangan
meningkat setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan ofensif
besar awal bulan ini untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi di
sekitar Selat Bab el-Mandeb.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
