🏠 Beranda › Berita › emas Mulai Bangkit, Peluang Gold Tembus …

Gold

Emas Mulai Bangkit, Peluang Gold Tembus US$4.200 Kembali Terbuka

📅 2026-10-19   🕐 11:21   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas dunia kembali menjelaskan penguatan pada perdagangan Senin (19/10), bersamaan membaiknya suasana pasar bursa kepada prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan pemantauan harga terbaru, spot gold (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran US$4.172,47 per troy ounce, melonjak sekitar 0,17% dibandingkan penutupan sejak awal.

Sepanjang perdagangan, emas bergerak dalam rentang US$4.156,95 hingga US$4.187,66, mencerminkan upaya pemulihan setelah mengalami tekanan pada akhir pekan sejak awal. Kenaikan tersebut turut didukung pelemahan harga minyak mentah yang membantu meredakan kekhawatiran kepada tekanan inflasi mancanegara, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk kembali menarik minat investor.

Dari sisi fundamental, pelemahan harga minyak merupakan salah satu katalis positif bagi emas setelah Amerika Serikat melonggarkan sejumlah pembatasan kepada Rusia yang berpotensi meningkatkan pasokan energi internasional. Penurunan harga energi dapat membantu mengurangi tekanan inflasi dan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Kondisi ini menguntungkan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya cenderung meningkat ketika prospek suku bunga dan imbal hasil obligasi mengalami penurunan. Meski demikian, bursa masih mencermati tekanan inflasi Amerika Serikat yang belum sepenuhnya mereda, terutama akibat tingginya biaya impor dan ketidakpastian pasokan energi dari Timur Tengah.

Secara teknikal, gerakan emas menyiratkan upaya pemulihan dengan area support terdekat berada di US$4.155–US$4.160, diikuti support lanjutan pada US$4.145 dan US$4.110. Sementara itu, resistance terdekat berada di US$4.188, kemudian US$4.195 hingga level psikologis US$4.200.

Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.200, peluang kenaikan menuju US$4.217 berpotensi terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support US$4.155 dapat memicu tekanan jual lanjutan menuju US$4.145 hingga US$4.110. Dengan demikian, struktur koreksi jangka pendek masih menjelaskan fase pemulihan yang membutuhkan konfirmasi penembusan resistance untuk memperkuat momentum bullish.

Ke depan, arah gerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan indeks dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve menjelang pertemuan akhir Oktober. Apabila tekanan inflasi mereda dan dolar AS mengalami penurunan, emas berpeluang memperoleh dorongan tambahan untuk menguji resistance US$4.200.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan Laut Merah masih berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai instrumen safe haven. Namun, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali memaparkan tekanan inflasi yang kuat dan mendorong ekspektasi kebijakan moneter lebih ketat, dolar AS berpeluang naik dan membatasi kenaikan emas. Oleh karena itu, prospek emas jangka pendek cenderung positif secara terbatas, dengan US$4.200 merupakan area penting untuk menentukan kelanjutan pemulihan harga.(CP)

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF