🏠 Beranda › Berita › Minyak Bervariasi, Pasar Soroti Kesepaka…
Oil
Minyak Bervariasi, Pasar Soroti Kesepakatan Diesel Rusia-AS
- meningkatnya ketegangan di Arab Saudi dan Yaman
- WTI untuk kalender 2027 naik ke rekor baru selama 12 sesi berturut-turut hingga
- melihat hubungan langsung antara kesepakatan ekspor diesel tersebut dan posisi
- ekspor diesel Rusia merupakan bagian dari upaya menarik Moskow kembali ke meja
- produsen minyak mentah terbesar dunia, setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi
- Karena itu, potensi kembalinya pasokan Rusia dapat memberikan tekanan kepada
- kesepakatan diesel Rusia-AS, konflik di Arab Saudi dan Yaman, serta arah
Harga minyak dunia ditutup
beragam pada perdagangan Selasa iring-iringan investor menimbang potensi tambahan
pasokan diesel Rusia ke pasar mancanegara dengan risiko gangguan pasokan akibat
meningkatnya ketegangan di Arab Saudi dan Yaman
meningkatnya ketegangan di Arab Saudi dan Yaman. Brent ditutup di US$105,69 per
barel, turun 96 sen atau 0,9% dari sesi sejak lama, sementara West Texas
Intermediate (WTI) naik 40 sen atau 0,4% merupakan US$94,14 per barel.
Kontrak Brent sejak awal mencatat
penutupan tertinggi sejak 15 September, sedangkan WTI pada Selasa mencapai
level penutupan tertinggi sejak 24 September. Di sisi kontrak jangka panjang,
WTI untuk kalender 2027 naik ke rekor baru selama 12 sesi berturut-turut hingga
WTI untuk kalender 2027 naik ke rekor baru selama 12 sesi berturut-turut hingga
mencapai US$84 per barel, sementara Brent kalender 2027 sejak awal menyentuh
rekor US$90 per barel.
Perhatian pasar tertuju pada
kesepakatan yang memungkinkan ekspor diesel Rusia ke Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa lebih banyak produk energi
Rusia dapat kembali mengalir ke pasar dunia dan membantu meredakan kondisi pasokan
bahan bakar yang di awal ketat.
Namun, Kremlin menegaskan tidak
melihat hubungan langsung antara kesepakatan ekspor diesel tersebut dan posisi
melihat hubungan langsung antara kesepakatan ekspor diesel tersebut dan posisi
Moskow dalam pembicaraan damai terkait Ukraina. Sejak lama, muncul laporan
bahwa pejabat AS menyampaikan kepada pemerintah Ukraina bahwa pembukaan kembali
ekspor diesel Rusia merupakan bagian dari upaya menarik Moskow kembali ke meja
ekspor diesel Rusia merupakan bagian dari upaya menarik Moskow kembali ke meja
perundingan.
Rusia merupakan salah satu
produsen minyak mentah terbesar dunia, setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi
produsen minyak mentah terbesar dunia, setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Sanksi yang membatasi akses energi Rusia ke pasar dunia sejak konflik Ukraina
dimulai pada 2022 telah merupakan salah satu faktor yang menopang harga minyak.
Karena itu, potensi kembalinya pasokan Rusia dapat memberikan tekanan kepada
Karena itu, potensi kembalinya pasokan Rusia dapat memberikan tekanan kepada
harga, meskipun risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah masih membatasi
pelemahan lebih lanjut.
Pasar minyak selanjutnya
diestimasi tetap berada dalam tarik-menarik antara prospek tambahan pasokan
Rusia dan meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perkembangan
kesepakatan diesel Rusia-AS, konflik di Arab Saudi dan Yaman, serta arah
kesepakatan diesel Rusia-AS, konflik di Arab Saudi dan Yaman, serta arah
pasokan internasional akan merupakan faktor penting yang menentukan gerakan Brent dan
WTI dalam waktu dekat. (mrv)
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
