Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Harga Minyak Langsung Turun

🏠 Beranda › Berita › Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukr…

Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Harga Minyak Langsung Turun

📅 2026-10-13   🕐 15:12   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Detik Finance💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Senin (12/10/2026), menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai kesepakatan Rusia dan Ukraina untuk menghentikan serangan kepada fasilitas energi.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun 0,77% merupakan US$ 103,91 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan November turun 1,26% menjadi US$ 90,96 per barel.

"Mulai sekarang, gencatan senjata energi diberlakukan dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua pihak telah menyetujuinya. Jangan melanggarnya!" kata Trump dalam pernyataan di media sosial, dikutip dari CNBC, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan terpisah

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, juga mendukung gencatan senjata tersebut. Ia juga meminta Rusia untuk mendukung upaya gencatan senjata tersebut.

"Ukraina mendukung gencatan senjata, dan penting agar Rusia juga mendukungnya," dalam unggahan sosial medianya.

Peluang bertambahnya pasokan energi Rusia ke bursa internasional juga semakin terbuka setelah tercapainya kesepakatan dengan AS pada Jumat (9/10) kemarin. Trump saat itu menyatakan, Rusia akan memasok lebih dari 4 juta ton diesel ke pasar global berdasarkan kesepakatan yang dicapai bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin, melalui percakapan telepon.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Arab Saudi melaporkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan bin Abdullah. Keduanya membahas meningkatnya ketegangan di kawasan serta upaya untuk meredakannya.

Araghchi menyatakan, Iran siap memberi bantuan untuk digelarnya dialog antara Arab Saudi dan Houthi Yaman.

Namun begitu, harga minyak ditaksir akan tetap tidak stabil dalam jangka pendek karena konflik AS-Iran berlanjut dan dampak Badai Isaias kepada produsen energi AS.

"Tekanan pada harga minyak diestimasi akan tetap naik karena Badai Isaias melonjak merupakan Kategori 3 dengan kecepatan angin 120 mph saat mendekati Pantai Teluk AS, memaksa produsen energi untuk mengurangi produksi lepas pantai," kata riset UOB.

"Secara terpisah, serangan rudal Houthi kepada bandara Riyadh di Arab Saudi pada hari Sabtu yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, telah secara signifikan meningkatkan premi risiko Timur Tengah," tambah UOB.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Detik Finance

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF