🏠 Beranda › Berita › Pasokan Rusia Bertambah, Oil Mulai Kehil…
Oil
Pasokan Rusia Bertambah, Oil Mulai Kehilangan Tenaga
Harga minyak mentah terkoreksi pada Selasa (13/10) setelah sejak awal mencatat kenaikan hampir US$2 per barel. Brent turun 1,52% ke US$105,03 per barel, sementara WTI mengalami penurunan 1,77% ke US$92,08. Bursa kini menimbang dua kekuatan utama, yaitu risiko gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah dan potensi tambahan pasokan diesel dari Rusia.
Tekanan kepada harga muncul setelah Presiden AS Donald Trump menuturkan Rusia akan meningkatkan pasokan diesel ke peringkat internasional. Pemerintah AS juga untuk sementara melonggarkan sanksi terhadap bahan bakar Rusia. Jika pasokan tambahan benar-benar terealisasi, kondisi tersebut dapat membantu mengurangi ketatnya pasar bahan bakar dan menekan premi risiko yang sejak lama mendorong harga minyak naik.
Namun, kemampuan Rusia memenuhi volume pasokan yang dijanjikan masih merupakan pertanyaan. Kondisi sektor pengolahan minyak Rusia yang menghadapi berbagai gangguan membuat market meragukan apakah target pasokan tersebut dapat tercapai. Artinya, tambahan pasokan memang berpotensi menjadi penekan harga, tetapi dampaknya belum tentu langsung terasa dalam waktu dekat.
Di sisi lain, risiko geopolitik masih merupakan penopang harga
Di sisi lain, risiko geopolitik masih merupakan penopang harga. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran kepada Riyadh serta laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi minyak. Biaya pengiriman dan asuransi yang melonjak juga dapat menghambat kelancaran distribusi crude oil dan produk energi dari kawasan tersebut.
Newsmaker melihat, Oil sekarang berada dalam tarik-menarik antara tambahan pasokan dan risiko geopolitik. Jika pasokan Rusia benar-benar meningkat dan permintaan internasional melambat, tekanan turun dapat berlanjut. Namun, selama serangan kepada infrastruktur dan kapal tanker masih terjadi, premi risiko tetap akan menjaga harga minyak di level tinggi. Dengan Brent masih di atas US$100, bursa perlu mencermati apakah koreksi ini hanya sementara atau merupakan awal pelemahan yang lebih panjang.
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
