🏠 Beranda › Berita › Minyak Turun, Pasokan Rusia Jadi Penekan
Oil
Minyak Turun, Pasokan Rusia Jadi Penekan
Harga minyak bergerak mengalami penurunan pada perdagangan Selasa setelah melonjak hampir US$2 per barel pada sesi sejak lama. Brent turun sekitar 0,57% merupakan US$106,04 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,5% menjadi US$93,27 per barel. Market menimbang potensi tambahan pasokan diesel dari Rusia dengan risiko gangguan pasokan di kawasan Teluk.
Tekanan kepada harga muncul setelah Presiden AS Donald Trump menuturkan Rusia telah sepakat meningkatkan pasokan diesel ke bursa internasional. Pemerintah AS juga sementara melonggarkan sanksi terhadap bahan bakar Rusia, sehingga tambahan pasokan berpotensi membantu meredakan kondisi pasar bahan bakar yang di awal ketat.
Meski demikian, risiko geopolitik masih membatasi penurunan harga minyak. Serangan kepada Bandara Internasional Riyadh oleh kelompok Houthi serta meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan infrastruktur dan jalur pengiriman energi Timur Tengah.
Biaya pengiriman juga merupakan perhatian setelah negara-negara OPEC dan mitranya menyebut biaya pelayaran serta asuransi melonjak hingga lebih dari sepertiga nilai komoditas. Kondisi tersebut dapat menghambat distribusi minyak dan produk energi meskipun volume pasokan mulai menjelaskan pemulihan.
Di sisi permintaan, OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun ini merupakan sekitar 400 ribu barel per hari, jauh dari perkiraan 1,4 juta barel per hari pada awal tahun. Bursa kini berada dalam tarik-menarik antara tambahan pasokan Rusia dan risiko gangguan di Timur Tengah, sehingga ayunan minyak ditaksir tetap sensitif kepada perkembangan konflik dan keamanan jalur pelayaran.(CP)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
