🏠 Beranda › Berita › minyak Tertekan, Gencatan Senjata Energi…
Oil
Minyak Tertekan, Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina Tambah Prospek Pasokan
- kepada ketatnya pasokan dunia
- meningkatkan pasokan diesel ke bursa AS dan mancanegara
- ton pada November dan 1 juta ton setelahnya
- kepada fasilitas energi masing-masing
- tersebut sebagai solusi permanen kepada gangguan pasokan
- mengklaim bertanggung jawab atas serangan kepada Bandara Riyadh yang
- mengganggu pemulihan ekspor minyak Timur Tengah yang sejak awal mulai kembali
- tengah tarik-menarik antara prospek tambahan pasokan dan risiko geopolitik
- masih dapat mempertahankan premi risiko
Harga minyak merosot pada awal
perdagangan Senin (12/10) setelah ekspektasi peningkatan pasokan Rusia dan
potensi gencatan senjata energi Rusia-Ukraina meredakan kekhawatiran market
kepada ketatnya pasokan dunia
kepada ketatnya pasokan dunia. Brent turun sekitar 1,47%, sementara WTI
turun 1,68%. Penurunan juga terjadi pada kontrak diesel yang terkoreksi
sekitar 3% setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan Rusia akan segera
meningkatkan pasokan diesel ke bursa AS dan mancanegara
meningkatkan pasokan diesel ke bursa AS dan mancanegara.
Trump mengatakan Rusia akan
memasok lebih dari 2,25 juta barel diesel, disusul tambahan sekitar 500 ribu
ton pada November dan 1 juta ton setelahnya
ton pada November dan 1 juta ton setelahnya. Tambahan pasokan tersebut
berpotensi membantu mengurangi tekanan di peringkat bahan bakar, terutama ketika pasokan
diesel mancanegara masih terganggu akibat konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di
Timur Tengah.
Sentimen juga diperkuat oleh
klaim Trump bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat menghentikan serangan
kepada fasilitas energi masing-masing
kepada fasilitas energi masing-masing. Namun, Ukraina masih menunggu rincian
kesepakatan tersebut, sementara Rusia belum memberikan konfirmasi. Karena itu,
market masih berhati-hati dan belum sepenuhnya menganggap gencatan senjata
tersebut sebagai solusi permanen kepada gangguan pasokan
tersebut sebagai solusi permanen kepada gangguan pasokan.
Di sisi lain, risiko geopolitik
Timur Tengah masih merupakan penahan bagi penurunan harga minyak. Kelompok Houthi
mengklaim bertanggung jawab atas serangan kepada Bandara Riyadh yang
mengklaim bertanggung jawab atas serangan kepada Bandara Riyadh yang
menewaskan dan melukai ratusan orang, sementara serangan kepada kapal tanker
di sekitar Selat Hormuz juga kembali dilaporkan. Kondisi tersebut berpotensi
mengganggu pemulihan ekspor minyak Timur Tengah yang sejak awal mulai kembali
mengganggu pemulihan ekspor minyak Timur Tengah yang sejak awal mulai kembali
mendekati level sebelum konflik.
Newsmaker melihat, minyak kini berada di
tengah tarik-menarik antara prospek tambahan pasokan dan risiko geopolitik
tengah tarik-menarik antara prospek tambahan pasokan dan risiko geopolitik.
Gencatan senjata energi Rusia-Ukraina serta tambahan pasokan diesel dapat
menekan harga, tetapi eskalasi di Timur Tengah dan risiko kepada Selat Hormuz
masih dapat mempertahankan premi risiko
masih dapat mempertahankan premi risiko. Selama aliran minyak internasional tetap
berjalan, tekanan harga berpotensi berlanjut, tetapi setiap eskalasi baru dapat
dengan cepat membalikkan arah market.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
