🏠 Beranda › Berita › Minyak Kembali Menguat, Serangan Riyadh …
Oil
Minyak Kembali Menguat, Serangan Riyadh dan Gangguan Pasokan Jadi Sorotan
- stabilitas pasokan energi Timur Tengah
- menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya
- terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan
- menyerang fasilitas produksi gas Ukraina
- Teluk Meksiko masih dihentikan akibat dampak Badai Isaias
- membatasi kenaikan harga dalam jangka menengah, tetapi eskalasi Houthi-Saudi,
- inflasi internasional juga berpotensi meningkat kembali.(gn)
Harga minyak mentah kembali
menguat pada perdagangan Senin setelah serangan mematikan kepada Bandara
Internasional King Khalid di Riyadh meningkatkan kekhawatiran kepada
stabilitas pasokan energi Timur Tengah
stabilitas pasokan energi Timur Tengah. Brent naik sekitar 2% ke US$106,81 per
barel, sementara WTI menguat 2,1% ke US$93,73. Eskalasi ini menambah premi
risiko geopolitik di tengah kondisi market energi yang masih sangat sensitif
kepada perkembangan kawasan.
Kelompok Houthi yang didukung
Iran di Yaman melancarkan serangan kepada bandara Riyadh pada Sabtu,
menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya
menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Ketegangan kembali
meningkat setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan menghadapi gelombang
serangan drone dan rudal yang diarahkan ke wilayah Saudi. Eskalasi tersebut
terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan
terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan
dengan Menteri Luar Negeri Saudi untuk membahas perkembangan dan upaya
meredakan situasi.
Di Eropa, risiko gangguan pasokan
energi juga masih merupakan perhatian setelah Presiden Ukraina Volodymyr
Zelenskyy menuduh Rusia melanggar gencatan senjata energi dengan kembali
menyerang fasilitas produksi gas Ukraina
menyerang fasilitas produksi gas Ukraina. Di sisi lain, prospek tambahan pasokan
Rusia ke market mancanegara meningkat setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan Moskow
akan memasok lebih dari 4 juta ton diesel berdasarkan kesepakatan yang
dicapainya dengan Presiden Vladimir Putin.
Tekanan terhadap pasokan juga
datang dari Amerika Serikat. Sekitar 1,2 juta barel minyak per hari produksi di
Teluk Meksiko masih dihentikan akibat dampak Badai Isaias
Teluk Meksiko masih dihentikan akibat dampak Badai Isaias. Kondisi tersebut
menambah faktor bullish bagi harga minyak karena gangguan produksi AS terjadi
ketika risiko pasokan dari Timur Tengah kembali meningkat.
Newsmaker melihat, penguatan
minyak kini menyiratkan bahwa premi risiko geopolitik kembali merupakan
faktor dominan di bursa. Tambahan pasokan Rusia dan pemulihan produksi AS dapat
membatasi kenaikan harga dalam jangka menengah, tetapi eskalasi Houthi-Saudi,
membatasi kenaikan harga dalam jangka menengah, tetapi eskalasi Houthi-Saudi,
risiko kepada jalur energi, serta gangguan produksi di Teluk Meksiko dapat
menjaga harga minyak tetap tinggi. Jika konflik meluas, tekanan kepada
inflasi internasional juga berpotensi meningkat kembali.(gn)
inflasi internasional juga berpotensi meningkat kembali.(gn)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
