🏠 Beranda › Berita › Minyak Bergerak Volatil, Pemulihan Pasok…
Oil
Minyak Bergerak Volatil, Pemulihan Pasokan Timur Tengah Redam Risiko Perang
Harga minyak menyiratkan gerakan
yang sangat volatil. Brent berada di US$102,30 per barel, naik tipis 5 sen,
sedangkan WTI berada di US$92,62 per barel, turun 0,5%. Keduanya sempat jatuh
lebih dari 1% pada awal perdagangan. Reuters
Tekanan utama datang dari
pulihnya pasokan Timur Tengah. Ekspor minyak kawasan tersebut mencapai
rata-rata sekitar 18,3 juta barel per hari pada akhir September, bahkan sudah
rata-rata sekitar 18,3 juta barel per hari pada akhir September, bahkan sudah
melewati tingkat sebelum perang pada beberapa hari. Arab Saudi merupakan salah satu
pendorong utama kenaikan ekspor tersebut. Reuters
Selain itu, negara-negara G7
sepakat melepas 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat.
Langkah ini membuat kekhawatiran peringkat kepada kelangkaan suplai sedikit
mereda dan merupakan faktor bearish untuk minyak
mereda dan merupakan faktor bearish untuk minyak. Reuters
Arab Saudi juga memberi tekanan
tambahan setelah Saudi Aramco secara mengejutkan memangkas harga jual minyak
untuk Asia pada pengiriman November ke level terendah enam tahun
untuk Asia pada pengiriman November ke level terendah enam tahun. Ini
memperkuat persepsi bahwa pasokan ke market Asia sedang membaik. Reuters
Tapi minyak belum bisa dibilang
bearish sepenuhnya
bearish sepenuhnya. Risiko geopolitik masih sangat tinggi. Houthi mengklaim
melakukan serangan rudal dan drone kepada fasilitas Saudi Aramco di Riyadh
dan Khurais, sementara serangan kepada kapal tanker di sekitar Selat Hormuz
juga meningkat
juga meningkat. Sedikitnya tujuh insiden kepada kapal dilaporkan dalam
sepekan terakhir. Reuters
Jadi gambaran market saat ini
cukup menarik: supply recovery + pelepasan cadangan G7 = tekanan turun,
cukup menarik: supply recovery + pelepasan cadangan G7 = tekanan turun,
sementara perang Iran, serangan Houthi, risiko Hormuz, dan ketatnya stok produk
energi = penahan penurunan. Bahkan CEO Saudi Aramco Amin Nasser menuturkan
pengisian kembali persediaan minyak internasional yang telah terkuras bisa memerlukan
hingga dua tahun, sehingga fundamental suplai jangka menengah masih ketat.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
