Suahasil Kenang Frans Seda, Hadapi Inflasi RI yang Tembus 650%

🏠 Beranda › Berita › Suahasil Kenang Frans Seda, Hadapi Infla…

Suahasil Kenang Frans Seda, Hadapi Inflasi RI yang Tembus 650%

📅 2026-10-01   🕐 13:50   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Detik Finance💬 WA📘 FB🐦 X

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenang sosok Frans Seda yang pernah memimpin Kementerian Keuangan pada 1966-1968. Saat Frans Seda memimpin, banyak sekali tantangan yang dihadapi.

Suahasil menyatakan pada 1966 inflasi mencapai 650%. Kondisi ini, kata Suahasil, berdampak kepada kenaikan harga dan kelangkaan barang yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Pak Franz Seda menjabat Menteri Keuangan pada masa gejolak ekonominya sangat berat, hiperinflasi, cadangan devisa habis, ekspor tertekan, utang luar negeri sangat masif," ujar Suahasil dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).

Suahasil mengungkapkan pada saat itu Frans Seda berhasil membawa inflasi turun secara signifikan. Inflasi turun dari 650% pada 1966 merupakan 110% pada 1967, kemudian 85% pada 1968.

"Apa yang sebenarnya beliau lakukan? Yang sebenarnya beliau lakukan adalah mengembalikan kredibilitas fiskal di tengah turbulensi," tuturnya.

Ia menuturkan pada 1966, Frans Seda menerapkan konsep anggaran berimbang. Ia menyesuaikan belanja kepada kemampuan pemerintah mengumpulkan pendapatan negara dan berani mengambil keputusan yang sulit.

Suahasil menyatakan saat itu Frans Seda melakukan penyesuaian harga BBM

Suahasil menyatakan saat itu Frans Seda melakukan penyesuaian harga BBM, menertibkan anggaran dan sektor perbankan sebagai bagian dari perekonomian. Kondisi itu, kata Suahasil, masih relevan dengan kondisi di tengah.

"Itu bahasa teknisnya adalah konsolidasi fiskal. Ini tahun 1966, 60 tahun kemudian masih relevan," katanya.

Dia menegaskan APBN tidak hanya berfungsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melindungi masyarakat. Namun, Suahasil menekankan fungsi tersebut harus ditopang kredibilitas APBN.

Oleh karena itu

Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara mempertahankan pertumbuhan ekonomi, mendorong dunia usaha, dan melindungi masyarakat.

"Sebagai pemerintah, saya akan terus berusaha menjaga momentum pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN. Kombinasi yang harus kita cari," terangnya.

Tonton juga video "Trump Puji Inflasi AS di Atas 4%: Angkanya Bagus"

[Gambas:Video 20detik]

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Detik Finance

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF