
🏠 Beranda › Berita › Oil Turun, Diplomasi Iran Tekan Harga En…
Oil
Oil Turun, Diplomasi Iran Tekan Harga Energi
Harga minyak dunia bergerak merosot pada perdagangan Jumat (25/9) setelah harapan tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai mengurangi kekhawatiran peringkat kepada gangguan pasokan energi internasional. Meskipun serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi masih meningkatkan risiko geopolitik, investor lebih fokus pada peluang terbukanya jalur diplomasi.
Harga Brent crude turun sekitar 1% ke level US$105,52 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 1,8% ke US$92,93 per barel. Sepanjang pekan ini, Brent masih mencatat kenaikan sekitar 1,5%, sedangkan WTI mengalami penurunan sekitar 7,4% akibat tekanan dari perubahan ekspektasi pasokan.
Bursa energi mendapat kondisi pasar positif setelah muncul laporan bahwa negosiator Amerika Serikat dan Iran sedang membahas kemungkinan kesepakatan bertahap. Rencana tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran serta kemungkinan pengurangan blokade ekonomi Amerika Serikat kepada Tehran.
Perkembangan diplomasi tersebut membuat bursa mengurangi sebagian premi risiko geopolitik, meskipun ancaman kepada pasokan belum sepenuhnya hilang. Serangan Houthi terhadap wilayah Saudi tetap merupakan perhatian karena Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia dan memiliki peran penting dalam stabilitas pasokan dunia.
Newsmaker melihat, harga minyak kini berada dalam tarik-menarik antara harapan perdamaian dan risiko konflik Timur Tengah. Jika kesepakatan AS–Iran berjalan dan aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz kembali normal, harga minyak berpotensi mendapat tekanan turun. Namun, eskalasi baru seperti serangan kepada fasilitas energi dapat kembali mendorong Brent menuju level yang lebih tinggi.
