🏠 Beranda › Berita › Oil Anjlok, Pasar Harap Konflik AS–Iran …

Oil Anjlok, Pasar Harap Konflik AS–Iran Mereda

📅 2026-09-25   🕐   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa  (22/9) setelah laporan mengenai peluang pembukaan kembali jalur Selat Hormuz oleh Iran meningkatkan harapan pasar kepada penyelesaian konflik Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi premi risiko geopolitik yang di awal menopang harga energi.

Harga Brent crude turun 1,2% ke level US$99,11 per barel, kembali berada di bawah batas psikologis US$100. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan lebih dalam sekitar 2,7% ke level US$93,20 per barel setelah pasar merespons laporan bahwa Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila Amerika Serikat menghentikan blokade kepada pelabuhan Iran.

Laporan tersebut memicu aksi jual baru karena investor melihatnya sebagai sinyal awal kemungkinan deeskalasi menjelang agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini. Analis Kotak Securities Kaynat Chainwala menyebut perkembangan tersebut membuat premi risiko minyak kembali tertekan karena pasar mulai memperhitungkan peluang adanya jalur diplomasi antara Washington dan Teheran.

Selat Hormuz merupakan perhatian utama pasar energi dunia karena merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Setiap gangguan kepada kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan global dan mendorong lonjakan harga minyak.

Namun, pasar masih berhati-hati karena belum ada kesepakatan konkret antara kedua pihak. Jika pembicaraan diplomasi mengalami hambatan, risiko kenaikan kembali tetap terbuka karena ketegangan geopolitik dapat dengan cepat mengembalikan kekhawatiran kepada pasokan energi.

Newsmaker melihat, gerakan minyak sekarang sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS–Iran. Jika pertemuan di PBB menghasilkan kemajuan nyata menuju penurunan konflik, tekanan kepada harga minyak dapat berlanjut. Namun, apabila negosiasi gagal atau muncul eskalasi baru di Timur Tengah, harga minyak berpotensi kembali mendapatkan dukungan akibat meningkatnya premi risiko geopolitik.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF