🏠 Beranda › Berita › Oil Anjlok 6 Hari, Harapan Damai Tekan H…
Oil Anjlok 6 Hari, Harapan Damai Tekan Harga
- pasokan energi akibat konflik Timur Tengah
- minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,1% ke level
- setelah Arab Saudi bersiap memulihkan kembali ekspor melalui jalur pipa
- mengurangi ketergantungan kepada jalur perdagangan utama yang selama konflik
- bursa juga membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut
- kedua pihak dapat menemukan jalan keluar untuk mengurangi ketegangan di kawasan
- dan Teheran belum sepenuhnya berakhir
- kepada kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat mempertahankan posisi
- juga memantau aktivitas kelompok Houthi di Yaman yang masih meningkatkan
Harga minyak dunia kembali
merosot pada perdagangan Rabu (23/09) dan menuju penurunan terpanjang dalam
setahun setelah investor mulai mengurangi kekhawatiran kepada gangguan
pasokan energi akibat konflik Timur Tengah
pasokan energi akibat konflik Timur Tengah. Harapan kepada kemajuan negosiasi
Amerika Serikat dan Iran serta pemulihan jalur ekspor Arab Saudi merupakan faktor
utama yang menekan harga minyak.
Harga Brent crude untuk kontrak
November turun menuju area US$98,51 per barel, memperpanjang penurunan selama
enam sesi berturut-turut dengan total pelemahan lebih dari 9%. Sementara itu,
minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,1% ke level
minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,1% ke level
US$89,56 per barel, kembali berada di bawah US$90 per barel.
Tekanan kepada minyak meningkat
setelah Arab Saudi bersiap memulihkan kembali ekspor melalui jalur pipa
setelah Arab Saudi bersiap memulihkan kembali ekspor melalui jalur pipa
East-West yang merupakan alternatif penting selain Selat Hormuz. Pipa tersebut
memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari dan memungkinkan Riyadh
mengurangi ketergantungan kepada jalur perdagangan utama yang selama konflik
mengurangi ketergantungan kepada jalur perdagangan utama yang selama konflik
menjadi perhatian pasar.
Dari sisi geopolitik, psikologi pasar
bursa juga membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut
bursa juga membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut
pertemuan antara pejabat AS dan perwakilan Iran berlangsung produktif. Trump
menuturkan masih akan ada pembicaraan lanjutan, meningkatkan harapan bahwa
kedua pihak dapat menemukan jalan keluar untuk mengurangi ketegangan di kawasan
kedua pihak dapat menemukan jalan keluar untuk mengurangi ketegangan di kawasan
Timur Tengah.
Namun, konflik antara Washington
dan Teheran belum sepenuhnya berakhir
dan Teheran belum sepenuhnya berakhir. Kedua pihak masih memiliki perbedaan
besar terkait status Selat Hormuz, jalur strategis yang merupakan salah satu
titik utama perdagangan energi dunia. Iran tetap menegaskan pengaruhnya
kepada kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat mempertahankan posisi
kepada kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat mempertahankan posisi
bahwa jalur tersebut harus tetap terbuka untuk perdagangan internasional.
Selain konflik Iran–AS, pasar
juga memantau aktivitas kelompok Houthi di Yaman yang masih meningkatkan
juga memantau aktivitas kelompok Houthi di Yaman yang masih meningkatkan
tekanan kepada kawasan Laut Merah dan fasilitas energi Arab Saudi. Serangan
kepada infrastruktur energi tetap merupakan risiko yang dapat kembali mendorong
kenaikan harga minyak apabila eskalasi meningkat.
Newsmaker melihat, harga minyak di tengah sedang
menghadapi tekanan dari membaiknya ekspektasi pasokan dan peluang diplomasi
Timur Tengah. Jika pembicaraan AS–Iran menghasilkan perkembangan positif dan
distribusi energi kembali normal, tekanan kepada Brent dan WTI dapat
berlanjut. Namun, risiko geopolitik tetap merupakan faktor utama yang dapat
membalikkan arah harga dengan cepat.
