
🏠 Beranda › Berita › Stok AS Naik Tajam, Harga Minyak Terteka…
Oil
Stok AS Naik Tajam, Harga Minyak Tertekan
Harga minyak mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (16/9) setelah laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan kargo melalui Oman meredakan kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah. Brent turun 1,55% ke US$107,06 per barel, sementara WTI melemah 2,46% merupakan US$103,23 per barel.
Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan pasokan kepada kilang Asia melalui transfer ship-to-ship di dekat Pelabuhan Sohar, Oman, setelah serangan drone merusak pipa menuju Laut Merah. Langkah tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa gangguan ekspor Saudi akan berlangsung lebih besar dan lebih lama dari perkiraan.
Namun, kondisi Selat Hormuz masih belum normal. Hanya empat kapal terlihat melintas pada Selasa, turun dari tujuh sehari sejak lama dan jauh di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 18 kapal. Meski demikian, Macquarie menilai aliran minyak dan produk energi melalui jalur tersebut masih relatif bertahan di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Market diesel juga tetap ketat
Market diesel juga tetap ketat. Gasoil Eropa sempat menyentuh level intraday tertinggi sejak April sebelum ditutup pada rekor tertinggi, sementara harga diesel rata-rata di AS telah melampaui US$6 per galon. Gangguan pasokan Timur Tengah dan masalah produksi kilang Rusia masih menopang harga bahan bakar.
Ulasan Newsmaker: Tekanan kepada Brent dan WTI sekarang datang dari tambahan pasokan Saudi serta kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 7,1 juta barel, jauh berlawanan dengan ekspektasi penurunan sekitar 1,6 juta barel. Namun, risiko kenaikan belum hilang karena lalu lintas Hormuz masih rendah dan bursa diesel tetap sangat ketat. Selama gangguan Timur Tengah dan Rusia berlanjut, harga minyak masih berpotensi bertahan di level tinggi meski mengalami koreksi jangka pendek. (arl)
