Saturday, 31 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Perak Melemah, Yield dan Dolar Jadi Lawan Berat

Perak Melemah, Yield dan Dolar Jadi Lawan Berat
Perak Melemah, Yield dan Dolar Jadi Lawan Berat

🏠 Beranda › Berita › Perak Melemah, Yield dan Dolar Jadi Lawa…

📅 2026-09-15   🕐   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga perak turun tajam pada sesi Eropa Senin, dengan XAG/USD berada di sekitar US$62,34 per troy ounce. Perak turun sekitar 3,3% di tengah tekanan luas pada logam mulia, bersamaan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan ini.

Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS naik hampir 0,5% ke 99,59, level tertinggi sejak 2 September, karena investor mencari perlindungan di greenback setelah konflik Timur Tengah kembali mendorong harga minyak dan menekan psikologi pasar peringkat dunia.

Ekspektasi suku bunga The Fed juga merupakan beban besar bagi silver. Setelah data inflasi AS yang panas dan reli harga energi, bursa semakin memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed pekan ini. Kondisi ini membuat logam mulia non-yielding seperti perak kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga.

Dari sisi energi

Dari sisi energi, harga minyak kembali melonjak setelah serangan baru Houthi kepada Arab Saudi, serangan Iran terhadap kapal di kawasan Teluk, dan penutupan pipa minyak utama Saudi memperkuat kekhawatiran pasokan. Lonjakan minyak ini berisiko menjaga inflasi tetap tinggi dan mendorong bank sentral tetap hawkish.

Secara tren, silver masih berada dalam tekanan setelah sejak awal diperdagangkan di US$64,60 pada Jumat dan kini turun ke area US$63,22. Sejak awal tahun, harga perak juga terekam melemah sekitar 11,06%, memaparkan momentum jangka menengah masih belum sepenuhnya pulih.

Ulasan Newsmaker: Pelemahan XAG/USD memaparkan market lebih fokus pada risiko Fed hike, penguatan dolar AS, dan yield tinggi dibandingkan faktor safe haven. Selama silver masih tertahan di bawah area US$64,60–US$65,00, bias jangka pendek cenderung lemah. Support terdekat berada di sekitar US$63,00, lalu US$62,20. Namun, jika The Fed memberi sinyal lebih hati-hati atau dolar AS melemah setelah keputusan suku bunga, silver berpeluang rebound kembali ke area US$64,60. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.