
🏠 Beranda › Berita › Konflik Timur Tengah Meluas, WTI Tembus …
Konflik Timur Tengah Meluas, WTI Tembus US$103
- menambah kekhawatiran peringkat kepada potensi gangguan
- pagi Asia, sementara WTI untuk pengiriman
- meningkat setelah Houthi yang didukung Iran
- mengganggu lalu lintas kapal di salah
- mereda. Serangan bagi tanker Iran, gangguan
- China turut memperketat peringkat setelah pembelian
- baru dari Timur Tengah berpotensi mendorong
- dikenal di sebelah barat Khasab, Oman,
- minyak tetap kuat selama konflik Houthi–Saudi
- Jika Bab al-Mandeb dan Hormuz sama-sama
minyak melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (11/9), dengan Brent
bertahan dekat US$108 per barel setelah konflik antara kelompok Houthi di Yaman
dan pasukan yang didukung Arab Saudi kembali meningkat. Eskalasi tersebut
menambah kekhawatiran peringkat kepada potensi gangguan
menambah kekhawatiran peringkat kepada potensi gangguan pasokan energi yang lebih
luas di Timur Tengah.
kontrak November naik sekitar 0,5% jatuh ke US$108,13 per barel pada perdagangan
pagi Asia, sementara WTI untuk pengiriman
pagi Asia, sementara WTI untuk pengiriman Oktober melonjak 0,6% ke US$103,05.
Secara mingguan, Brent telah melonjak hampir 13% dan berada di jalur kenaikan
mingguan terbesar sejak Juli.
meningkat setelah Houthi yang didukung Iran
meningkat setelah Houthi yang didukung Iran memperluas pergerakannya ke wilayah
pesisir yang dekat dengan Selat Bab al-Mandeb. Posisi yang lebih kuat di
sekitar Mocha dinilai dapat meningkatkan kemampuan kelompok tersebut untuk
mengganggu lalu lintas kapal di salah
mengganggu lalu lintas kapal di salah satu jalur pelayaran energi paling
penting dunia.
pasokan juga tetap tinggi karena konflik AS–Iran belum menyiratkan tanda-tanda
mereda. Serangan bagi tanker Iran, gangguan
mereda. Serangan bagi tanker Iran, gangguan terhadap fasilitas energi
Saudi, serta ancaman kepada kapal di sekitar Teluk dan Laut Merah membuat
arus energi Timur Tengah tetap jauh dari kondisi normal.
China turut memperketat peringkat setelah pembelian
China turut memperketat peringkat setelah pembelian minyak mentah meningkat dalam
beberapa pekan terakhir. Dengan persediaan mancanegara yang menipis dan tanda-tanda
pemulihan permintaan dari importir minyak terbesar dunia tersebut, gangguan
baru dari Timur Tengah berpotensi mendorong
baru dari Timur Tengah berpotensi mendorong harga kembali mendekati puncak
perang di atas US$126 per barel.
bagi pelayaran juga masih nyata. Dua kapal dilaporkan terkena proyektil tak
dikenal di sebelah barat Khasab, Oman,
dikenal di sebelah barat Khasab, Oman, pada 10 September. Kondisi tersebut
menjelaskan risiko keamanan kapal masih tinggi meskipun sebagian minyak tetap
keluar dari Teluk Persia.
minyak tetap kuat selama konflik Houthi–Saudi
minyak tetap kuat selama konflik Houthi–Saudi dan AS–Iran terus meningkat.
Brent yang sudah naik hampir 13% dalam sepekan menjelaskan peringkat mulai
memperhitungkan perang yang lebih lama dan gangguan pasokan yang lebih serius.
Jika Bab al-Mandeb dan Hormuz sama-sama
Jika Bab al-Mandeb dan Hormuz sama-sama terganggu, tekanan bullish dapat
semakin besar. Namun, harga yang terlalu tinggi tetap berisiko menekan
permintaan dan merupakan faktor pembatas reli berikutnya.
