Emas Tembus US$4.400 Lagi, Apa yang Sedang Terjadi?

🏠 Beranda Berita emas Tembus US$4.400 Lagi, Apa yang Seda…

Emas Tembus US$4.400 Lagi, Apa yang Sedang Terjadi?

📅 2026-09-11   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

emas melonjak tajam pada perdagangan Rabu (9/9), sempat bergerak menuju area

US$4.425 per troy ounce setelah sejak awal tertekan hingga kisaran

US$4.340–US$4.350. Kenaikan tersebut membuat emas kembali menembus level

psikologis US$4.400 di tengah meningkatnya permintaan

psikologis US$4.400 di tengah meningkatnya permintaan komoditas aman dan pelemahan

dolar Amerika Serikat.

utama datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik Amerika

Serikat dan Iran kembali memburuk setelah

Serikat dan Iran kembali memburuk setelah serangkaian serangan bagi kapal,

fasilitas energi, serta target militer di kawasan Teluk. Brent bahkan telah

menembus US$100 per barel setelah Iran melancarkan serangan kepada target AS

dan gangguan di sekitar Selat Hormuz

dan gangguan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat. Kondisi tersebut

mendorong investor mencari perlindungan melalui instrumen safe haven seperti emas.

tambahan datang dari pelemahan dolar AS. Greenback mendapat tekanan akibat

penguatan tajam yen Jepang yang didukung

penguatan tajam yen Jepang yang didukung ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of

Japan dan berlanjutnya pembongkaran posisi carry trade. Dollar Index bergerak

mendekati level terendah dalam beberapa pekan, membuat emas yang berdenominasi

dolar merupakan relatif lebih murah bagi

dolar merupakan relatif lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain.

sisi teknikal, kenaikan juga diperkuat oleh rebound setelah emas sejak awal

jatuh ke level terendah sekitar satu pekan. Kembalinya harga ke atas US$4.400

berpotensi memicu penutupan posisi jual atau

berpotensi memicu penutupan posisi jual atau short covering, sekaligus menarik

pembeli jangka pendek yang melihat koreksi sejak awal sebagai kesempatan masuk.

Emas kemudian mempertahankan penguatan di atas US$4.400 pada sesi Eropa.

reli emas masih menghadapi hambatan dari

reli emas masih menghadapi hambatan dari peringkat obligasi AS. Yield Treasury 10

tahun berada di sekitar 4,8%, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga

tahun, karena lonjakan minyak meningkatkan kekhawatiran bagi inflasi. Bursa

juga masih memperkirakan peluang sekitar 60%

juga masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa Federal Reserve akan

menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Kondisi

tersebut membatasi ruang penguatan emas karena bullion tidak memberikan imbal

bursa berikutnya tertuju pada data inflasi

bursa berikutnya tertuju pada data inflasi AS. Angka PPI dan CPI akan jatuh ke

faktor penting untuk menentukan apakah ekspektasi kenaikan bunga The Fed tetap

kuat. Inflasi yang lebih panas dapat kembali mengangkat yield dan dolar

sehingga menekan emas, sementara data yang

sehingga menekan emas, sementara data yang lebih lunak berpotensi memperpanjang

momentum rebound.(mrv)*

: Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF