Konflik AS–Iran Terus Memanas, Brent Melaju di Atas $101

🏠 Beranda Berita Konflik AS–Iran Terus Memanas, Brent Mel…

Oil

Konflik AS–Iran Terus Memanas, Brent Melaju di Atas $101

📅 2026-09-10   🕐 02:01   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (9/9) setelah eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran bagi pasokan energi dari Timur Tengah. Brent naik 3,4% dan ditutup di US$101,21 per barel, pertama kalinya berada di atas US$101 sejak Juli, sementara West Texas Intermediate mengalami kenaikan 3,3% jatuh ke US$96,05 per barel.

Kenaikan terjadi setelah militer AS menghancurkan lima tanker minyak mentah Iran sebagai balasan atas upaya serangan kepada kapal perang Amerika. Meski kapal AS berhasil menghindari serangan dan tidak ada personel yang terluka, insiden tersebut memperbesar risiko konflik meluas ke jalur pengiriman energi di Teluk Persia.

Selat Hormuz kembali berubah jadi pusat perhatian karena Iran terus meningkatkan tekanan bagi lalu lintas komersial di kawasan tersebut. Jika serangan terhadap kapal tanker semakin intensif, ekspor minyak dari Teluk Persia berpotensi turun lebih jauh dan memperketat pasokan internasional.

Goldman Sachs menilai eskalasi terbaru meningkatkan

Goldman Sachs menilai eskalasi terbaru meningkatkan risiko skenario bullish yang lebih ekstrem. Daan Struyven, Co-Head of Internasional Commodities Research Goldman Sachs, menyatakan Brent dapat bergerak di atas US$120 per barel apabila serangan bagi kapal membuat ekspor Teluk gagal pulih dalam beberapa bulan mendatang.

Meski demikian, skenario dasar Goldman masih memperkirakan ekspor kawasan akan pulih secara bertahap sejalan produsen menggunakan jalur pelayaran alternatif dan meningkatkan kapasitas jaringan pipa. Adaptasi tersebut dapat membatasi lonjakan harga apabila gangguan kepada Hormuz tidak semakin parah.

Analisa Newsmaker: penutupan Brent di atas US$101 menyiratkan premi geopolitik kembali meningkat tajam. Selama konflik AS–Iran terus mengancam tanker dan arus energi melalui Hormuz, bias fundamental minyak tetap bullish. Namun, untuk membawa Brent menuju skenario US$120, peringkat membutuhkan gangguan pasokan fisik yang jauh lebih besar dan berlangsung lebih lama.(yds)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF