
🏠 Beranda › Berita › emas Tembus US$4.400 Lagi, Apa yang Seda…
Gold
Emas Tembus US$4.400 Lagi, Apa yang Sedang Terjadi?
- psikologis US$4.400 di tengah meningkatnya permintaan
- Serikat dan Iran kembali memburuk setelah
- dan gangguan di sekitar Selat Hormuz
- penguatan tajam yen Jepang yang didukung
- dolar merupakan relatif lebih murah bagi
- berpotensi memicu penutupan posisi jual atau
- reli emas masih menghadapi hambatan dari
- juga masih memperkirakan peluang sekitar 60%
- market berikutnya tertuju pada data inflasi
- sehingga menekan emas, sementara data yang
emas melonjak tajam pada perdagangan Rabu (9/9), sempat bergerak menuju area
US$4.425 per troy ounce setelah di awal tertekan hingga kisaran
US$4.340–US$4.350. Kenaikan tersebut membuat emas kembali menembus level
psikologis US$4.400 di tengah meningkatnya permintaan
psikologis US$4.400 di tengah meningkatnya permintaan komoditi aman dan pelemahan
dolar Amerika Serikat.
utama datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik Amerika
Serikat dan Iran kembali memburuk setelah
Serikat dan Iran kembali memburuk setelah serangkaian serangan kepada kapal,
fasilitas energi, serta target militer di kawasan Teluk. Brent bahkan telah
menembus US$100 per barel setelah Iran melancarkan serangan bagi target AS
dan gangguan di sekitar Selat Hormuz
dan gangguan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat. Kondisi tersebut
mendorong investor mencari perlindungan melalui komoditas safe haven seperti emas.
tambahan datang dari pelemahan dolar AS. Greenback mendapat tekanan akibat
penguatan tajam yen Jepang yang didukung
penguatan tajam yen Jepang yang didukung ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of
Japan dan berlanjutnya pembongkaran posisi carry trade. Dollar Index bergerak
mendekati level terendah dalam beberapa pekan, membuat emas yang berdenominasi
dolar merupakan relatif lebih murah bagi
dolar merupakan relatif lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain.
sisi teknikal, kenaikan juga diperkuat oleh rebound setelah emas di awal
jatuh ke level terendah sekitar satu pekan. Kembalinya harga ke atas US$4.400
berpotensi memicu penutupan posisi jual atau
berpotensi memicu penutupan posisi jual atau short covering, sekaligus menarik
pembeli jangka pendek yang melihat koreksi sejak lama sebagai kesempatan masuk.
Emas kemudian mempertahankan penguatan di atas US$4.400 pada sesi Eropa.
reli emas masih menghadapi hambatan dari
reli emas masih menghadapi hambatan dari bursa obligasi AS. Yield Treasury 10
tahun berada di sekitar 4,8%, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga
tahun, karena lonjakan minyak meningkatkan kekhawatiran kepada inflasi. Peringkat
juga masih memperkirakan peluang sekitar 60%
juga masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa Federal Reserve akan
menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Kondisi
tersebut membatasi ruang penguatan emas karena bullion tidak memberikan imbal
market berikutnya tertuju pada data inflasi
market berikutnya tertuju pada data inflasi AS. Angka PPI dan CPI akan berubah jadi
faktor penting untuk menentukan apakah ekspektasi kenaikan bunga The Fed tetap
kuat. Inflasi yang lebih panas dapat kembali mengangkat yield dan dolar
sehingga menekan emas, sementara data yang
sehingga menekan emas, sementara data yang lebih lunak berpotensi memperpanjang
momentum rebound.(mrv)*
: Newsmaker.id
