
🏠 Beranda › Berita › NFP Kuat Tekan emas, CPI Jadi Ujian Beri…
NFP Kuat Tekan Emas, CPI Jadi Ujian Berikutnya
- Amerika Serikat yang lebih kuat dari
- Non-Farm Payrolls menjelaskan perekonomian AS menambah
- cukup solid dan mendorong pelaku bursa
- kebijakan moneter yang lebih ketat turut
- meningkat, investor memiliki alternatif instrumen berbunga
- bagi emas juga datang dari meningkatnya
- internasional. Harga Brent kembali bergerak mendekati
- harga energi berubah jadi faktor penting
- mengetatkan kebijakan moneter. Situasi inilah yang
- 15–16 September. Data inflasi yang kembali
- merupakan faktor penting dalam menentukan keputusan
- psikologis US$4.400, peluang konsolidasi maupun rebound
- melandai berpotensi menekan dolar dan yield
emas bertahan dalam tekanan pada perdagangan Senin (7/9), setelah mengalami
penurunan sekitar 1% pada sesi di awal. Emas spot bergerak di sekitar
US$4.425 per troy ounce, dengan bursa masih mencerna laporan tenaga kerja
Amerika Serikat yang lebih kuat dari
Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan serta meningkatnya ketegangan di
Selat Hormuz. Kombinasi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve
dapat kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September.
Non-Farm Payrolls menjelaskan perekonomian AS menambah
Non-Farm Payrolls menjelaskan perekonomian AS menambah 162.000 pekerjaan pada
Agustus, jauh di atas ekspektasi peringkat, sementara tingkat pengangguran tetap
bertahan di 4,1%. Data tersebut memperlihatkan peringkat tenaga kerja AS masih
cukup solid dan mendorong pelaku bursa
cukup solid dan mendorong pelaku bursa meningkatkan perkiraan bagi kenaikan
suku bunga The Fed. Market berjangka kini memperhitungkan peluang kenaikan bunga
September sekitar 60%.
kebijakan moneter yang lebih ketat turut
kebijakan moneter yang lebih ketat turut mendorong imbal hasil Treasury dan
dolar AS pada akhir pekan lalu. Kondisi tersebut berubah jadi tekanan bagi emas
karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika yield obligasi
meningkat, investor memiliki alternatif instrumen berbunga
meningkat, investor memiliki alternatif instrumen berbunga yang lebih menarik,
sementara penguatan dolar membuat emas jatuh ke lebih mahal bagi pembeli yang
menggunakan mata uang lainnya.
bagi emas juga datang dari meningkatnya
bagi emas juga datang dari meningkatnya risiko inflasi setelah ketegangan
antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Serangan kepada kapal tanker
di sekitar Selat Hormuz telah meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan energi
internasional. Harga Brent kembali bergerak mendekati
internasional. Harga Brent kembali bergerak mendekati US$97 per barel, sementara
aktivitas pelayaran melalui Hormuz turun ke level terendah sejak Mei. Jalur
tersebut merupakan salah satu titik terpenting bagi perdagangan minyak dunia.
harga energi berubah jadi faktor penting
harga energi berubah jadi faktor penting bagi prospek emas karena kenaikan biaya
minyak dapat kembali mendorong inflasi. Jika tekanan inflasi bertahan sementara
peringkat tenaga kerja tetap kuat, The Fed memiliki alasan yang lebih besar untuk
mengetatkan kebijakan moneter. Situasi inilah yang
mengetatkan kebijakan moneter. Situasi inilah yang membuat permintaan safe
haven akibat konflik geopolitik belum mampu memberikan dorongan kuat bagi emas.
Peringkat justru lebih fokus pada risiko kenaikan suku bunga dan tingginya imbal
hasil obligasi AS.
berikutnya kini beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. CPI dan
PPI akan berubah jadi salah satu penentu terakhir sebelum pertemuan The Fed pada
15–16 September. Data inflasi yang kembali
15–16 September. Data inflasi yang kembali kuat berpotensi semakin memperkuat
ekspektasi kenaikan bunga, sedangkan inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi
tekanan bagi emas. Reuters mencatat laporan inflasi pekan ini kemungkinan
merupakan faktor penting dalam menentukan keputusan
merupakan faktor penting dalam menentukan keputusan The Fed September.
di tengah menghadapi pertarungan antara permintaan safe haven dan tekanan dari
prospek kenaikan suku bunga. Selama harga mampu bertahan di sekitar area
psikologis US$4.400, peluang konsolidasi maupun rebound
psikologis US$4.400, peluang konsolidasi maupun rebound masih terbuka. Namun,
CPI atau PPI yang kembali panas dapat memperkuat skenario kenaikan bunga The
Fed dan membuka risiko penembusan di bawah US$4.400. Sebaliknya, inflasi yang
melandai berpotensi menekan dolar dan yield
melandai berpotensi menekan dolar dan yield Treasury sehingga memberikan ruang
bagi emas untuk kembali menguji area harga yang lebih tinggi.
