Friday, 23 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Iran–Oman Dekati Deal, Brent Masih Bertahan Tinggi

Iran–Oman Dekati Deal, Brent Masih Bertahan Tinggi
Iran–Oman Dekati Deal, Brent Masih Bertahan Tinggi

🏠 Beranda › Berita › Iran–Oman Dekati Deal, Brent Masih Berta…

📅 2026-09-08   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (7/9), setelah sejak awal melonjak tajam akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Brent diperdagangkan sekitar US$96,19 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di sekitar US$91,03 per barel. Kedua benchmark tersebut masih bertahan dekat level tertinggi dalam sekitar enam pekan setelah masing-masing melonjak sekitar 8% dan 10% sepanjang pekan lalu.

Gerakan minyak tertahan setelah Iran mengungkapkan negosiasi dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz mendekati tahap akhir. Kesepakatan tersebut berpotensi menghasilkan rute sementara yang lebih aman bagi kapal tanker dan kapal komersial, sehingga menurunkan sebagian kekhawatiran market kepada gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut.

Namun, risiko geopolitik masih tetap tinggi. Amerika Serikat menuturkan telah menyerang tiga kapal tanker minyak Iran selama akhir pekan sebagai balasan atas serangan rudal bagi kapal perang AS. Iran kemudian mengumumkan rencana membentuk zona terbatas baru di sekitar Hormuz, sementara aktivitas kapal komoditas melalui selat tersebut telah turun ke level terendah sejak Mei.

Selat Hormuz tetap merupakan pusat perhatian

Selat Hormuz tetap merupakan pusat perhatian karena gangguan yang lebih serius bagi pelayaran dapat memicu kejutan pasokan dunia. Goldman Sachs memperkirakan Brent berpotensi mencapai US$120 per barel dalam skenario ketika serangan terhadap kapal semakin meluas dan mengganggu arus minyak secara signifikan.

Di sisi lain, peringkat juga masih menghadapi ketatnya persediaan dan lemahnya arus minyak ke Asia. Impor minyak mentah via laut China pada Agustus hanya sekitar 7,14 juta barel per hari, jauh di bawah level sebelum konflik Iran, menyiratkan bahwa gangguan Hormuz telah berdampak nyata bagi negara pengimpor minyak terbesar dunia.

Analisa Newsmaker: harga minyak kini berada dalam tarik-menarik antara harapan terciptanya jalur pelayaran yang lebih aman melalui Hormuz dan risiko eskalasi militer yang belum mereda. Selama Brent bertahan di sekitar US$96 dan WTI di atas US$90, premi geopolitik masih terlihat kuat. Kesepakatan Iran–Oman dapat menekan harga jika mampu meningkatkan arus tanker, tetapi kegagalan negosiasi atau serangan baru berpotensi kembali mendorong Brent menuju US$100 bahkan lebih tinggi. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.