Brent Sentuh US$98, Serangan Houthi ke Saudi Panaskan Harga Minyak

🏠 Beranda Berita Brent Sentuh US$98, Serangan Houthi ke S…

Oil

Brent Sentuh US$98, Serangan Houthi ke Saudi Panaskan Harga Minyak

📅 2026-09-08   🕐 21:18   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak naik pada perdagangan Selasa (8/9), setelah militan Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi. Serangan tersebut memaksa sebagian operasi dihentikan sementara dan kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Brent crude futures naik 1% ke US$98,13 per barel pada pukul 10.01 ET, setelah sejak lama sempat menyentuh level tertinggi intraday di US$99,46. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI naik 1,95% ke US$93,26 per barel.

Sepanjang September, harga minyak sudah naik lebih dari 8% karena Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer untuk pertama kalinya sejak Juli. Eskalasi ini membuat bursa semakin memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan militan Houthi menargetkan instrumen sipil dan ekonomi di Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Serangan tersebut melukai lebih dari 70 warga sipil.

Kementerian Energi Arab Saudi menuturkan serangan itu menyebabkan kebakaran di beberapa fasilitas energi dan memicu penghentian sementara sebagian operasi. Layanan darurat masih berupaya memadamkan api dan menilai tingkat kerusakan di lokasi serangan.

Riyadh tidak merinci jenis fasilitas energi yang terkena serangan. Namun, media pemerintah Houthi menyebut kelompok tersebut menyerang fasilitas Saudi Aramco di wilayah selatan menggunakan drone dan rudal balistik.

Arab Saudi menegaskan memiliki hak sah

Arab Saudi menegaskan memiliki hak sah untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna mempertahankan kedaulatan, melindungi instrumen nasional, serta menjaga keamanan warga dan penduduknya. Pernyataan ini menambah kekhawatiran market bagi potensi balasan baru di kawasan tersebut.

Serangan Houthi terjadi setelah militer AS menyerang tiga tanker minyak Iran pada Sabtu sebagai balasan atas serangan rudal balistik Iran kepada dua kapal perang Angkatan Laut AS. Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan terhadap tanker tersebut sebagai kejahatan perang dan bentuk perang ekonomi.

Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga Brent dan WTI masing-masing sebesar US$5 untuk Desember 2026 merupakan US$85 dan US$80 per barel. Untuk 2027, Goldman memperkirakan Brent di US$80 dan WTI di US$75 per barel, dengan gangguan pelayaran Timur Tengah diestimasi berlanjut hingga 2027.

Ulasan Newsmaker: Lonjakan Brent ke atas

Ulasan Newsmaker: Lonjakan Brent ke atas US$98 memaparkan market semakin khawatir bahwa konflik Timur Tengah tidak hanya mengganggu jalur pelayaran, tetapi juga mulai menyasar infrastruktur energi utama di kawasan produsen besar. Jika Brent menembus area US$100, tekanan inflasi energi bisa semakin kuat dan memperbesar peluang bank sentral mempertahankan sikap hawkish. Namun, pernyataan Trump bahwa harga minyak bisa turun tajam jika AS memenangkan perang dengan Iran menunjukkan pasar juga masih menyimpan risiko koreksi cepat jika muncul tanda deeskalasi. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF